BIREUEN — Anggota DPRK Bireuen Fraksi PKB, Adnen Nurdin, mendesak pergeseran paradigma pembangunan. Ia menilai keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari angka penyerapan anggaran, melainkan dari dampak nyata terhadap ekonomi dan keseharian warga.
“Kami mendukung pembangunan daerah. Namun, dukungan itu harus dibarengi evaluasi objektif agar anggaran besar benar-benar menghasilkan manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Adnen kepada wartawan, Senin (11/5/2026).
Politisi PKB yang duduk di Komisi IV DPRK Bireuen ini menyoroti sektor prioritas yang kerap dikeluhkan warga. Tantangan utama saat ini adalah perbaikan jalan, drainase, irigasi pertanian, dan konektivitas antarwilayah.
“Pembangunan tidak boleh berhenti pada realisasi anggaran. Yang lebih penting adalah kualitas pekerjaan, ketepatan sasaran, dan dampak terhadap aktivitas ekonomi rakyat,” jelasnya.
Adnen mendorong Pemkab Bireuen memperkuat perencanaan berbasis data dan teknologi. Keterbukaan informasi proyek kepada publik akan menciptakan mekanisme pengawasan partisipatif yang sehat.
Adnen meluruskan persepsi atas kritik yang ia sampaikan. Ia menegaskan masukan dari fraksinya bukan bentuk penyerangan pribadi terhadap Bupati Mukhlis, melainkan bagian dari fungsi pengawasan DPRK.
“Bupati Mukhlis jangan salah pemahaman. Kritik kami bukan untuk melemahkan bupati, apalagi bentuk penyerangan pribadi. Dinamika politik itu hal biasa. Kritik kami adalah fungsi pengawasan agar pembangunan lebih efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Adnen juga mengingatkan agar proyek infrastruktur memberikan akses merata kepada kontraktor lokal yang memenuhi syarat. Pemerataan kesempatan usaha akan menciptakan iklim pembangunan yang sehat sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
“Pembangunan daerah harus menciptakan pemerataan kesempatan usaha, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha lokal,” ucap Adnen Nurdin.
Fraksi PKB DPRK Bireuen berkomitmen terus mendorong prioritas pembangunan yang diarahkan pada infrastruktur dasar, pelayanan publik, dan sektor produktif. “Bireuen memiliki potensi besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah pembangunan yang konsisten, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” tutupnya.