Pencarian

Rifky Yavianda Incar 53 Detik di Asian Para Games 2026, Ogah Terbebani Status Juara Bertahan

Kamis, 15 Oktober 2026 • 18:17:31 WIB
Rifky Yavianda Incar 53 Detik di Asian Para Games 2026, Ogah Terbebani Status Juara Bertahan
Atlet para renang Indonesia Maulana Rifky Yavianda menegaskan tak ingin terbebani status juara bertahan di Asian Para Games 2026.

ACEH — Maulana Rifky Yavianda menegaskan tak ingin membebani diri dengan status juara bertahan dua nomor di Asian Para Games 2026. Atlet para renang Indonesia itu lebih memilih tampil lepas di Nagoya, Jepang, sembari mengejar catatan waktu 53 detik di nomor 100 meter gaya bebas klasifikasi S12.

Rifky merupakan satu dari 12 atlet para renang yang disiapkan Indonesia untuk multievent Asia khusus penyandang disabilitas di Nagoya. Ia datang ke Negeri Sakura dengan beban ekspektasi tinggi setelah di Hangzhou 2022 menyapu dua medali emas sekaligus satu perak.

Pada Asian Para Games 2022, Rifky naik podium tertinggi di nomor 100 meter gaya punggung dan 100 meter gaya bebas, plus medali perak 100 meter gaya kupu-kupu klasifikasi S12. Status juara bertahan itulah yang justru ingin ia kesampingkan.

Fokus Tampil Lepas, Bukan Bertahan di Puncak

Menurut Rifky, target pribadi tetap ada, namun ia enggan terlalu memikirkannya karena berpotensi menjadi beban mental. Pendekatan yang dipilihnya kini adalah tampil maksimal tanpa tekanan berlebih.

"Untuk target pribadi tentu sudah ada, tetapi saya enggak mau terlalu memikirkan itu karena mungkin akan jadi beban buat saya. Saya ingin tampil feel free, dan pokoknya maksimal saja," ucap Rifky dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2026).

Best Time 55 Detik, Target 53 Detik

Saat meraih emas 100 meter gaya bebas S12 di Hangzhou, Rifky mencatatkan waktu 55,53 detik. Catatan itu masih membekas di ingatannya, dan ia ingin memangkasnya lebih jauh di Nagoya.

"Best time saya 55, semoga bisa jadi 53 (detik) untuk yang gaya bebas," ucap pria kelahiran 10 Oktober 2002 ini.

Meski begitu, Rifky menyadari target tersebut harus dibarengi dengan penilaian realistis atas kondisi latihannya. Dia menyebut memecahkan standing saja sudah jadi capaian yang membahagiakan.

"Tetapi ya saya juga perlu realistis, karena sesuai latihan saya. Jadi ya kemungkinan, bisa pecah standing aja sudah senang," imbuhnya.

Tak Mau Pusing Memikirkan Kekuatan Lawan

Rifky juga menegaskan tidak ingin menghabiskan energi untuk memetakan kekuatan pesaing. Fokusnya hanya pada penampilan maksimal di setiap nomor yang diikutinya serta arahan tim pelatih.

"Saya tidak terlalu memikirkan lawan. Yang terpenting saya akan berusaha tampil maksimal dan mengikuti arahan dari tim pelatih. Semoga saya bisa maksimal," ucapnya.

Nyaman dengan Cuaca dan Kolam Nagoya

Dari sisi kondisi pertandingan, Rifky mengaku cukup menikmati situasi di Nagoya. Suhu udara dirasa cocok, sementara kualitas air kolam justru dinilai lebih nyaman dibanding tempat latihan di Indonesia.

"Untuk cuaca, semoga masih bisa terus beradaptasi ya, karena memang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Kolamnya juga enak, bahkan airnya malah lebih dingin saat latihan di (PPPI) Delingan. Di sini cukup nyaman, lebih pas untuk suhu kolamnya," papar Rifky.

Ajakan untuk Warga Indonesia di Jepang

Rifky berharap usahanya bersama 102 atlet lain membawa harum Merah Putih bisa didukung langsung warga Indonesia yang berdomisili di Jepang. Menurutnya, kesempatan menyaksikan Asian Para Games secara langsung tidak datang setiap tahun.

"Event ini kan event yang besar, se-Asia dan diselenggarakannya empat tahun sekali, terus kadang di Jepang dan setelah itu entah di mana. Mungkin jika ada waktu luang, ada momen sedikit buat nonton, bisa datang untuk mendukung teman-teman," ucap Rifky.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks