BANDA ACEH — Panggilan itu tertuang dalam surat Pengurus Pusat Komite Sepak Bola Mini Indonesia Nomor 18.13/TAU/KSMI/X/2026 tentang Pemberitahuan Pembentukan Tim Nasional. Dalam surat tersebut, pengurus meminta setiap provinsi merekomendasikan pemain terbaiknya untuk mengikuti proses pembentukan timnas.
Indonesia dijadwalkan berlaga di IMF Minifootball World Cup 2026 di Turki pada 31 Oktober hingga 7 November 2026. Namun, surat yang sama mencantumkan syarat pembiayaan yang harus dipenuhi sebelum pemain direkomendasikan.
Biaya Rp35,7 Juta Per Pemain Dibebankan ke Pengurus Provinsi
Ketentuan pembiayaan dalam surat tersebut menetapkan biaya 2.000 dolar AS atau sekitar Rp35,7 juta per pemain yang direkomendasikan. Biaya itu dibebankan kepada pengurus provinsi dan ditransfer ke rekening atas nama PT Sepak Bola Mini Indonesia.
Orang tua Samuel, Muzakir, yang akrab disapa Cek Boy, membenarkan bahwa putranya menerima panggilan tersebut. Namun ia belum bisa memastikan apakah Samuel bisa berangkat.
"Belum bisa dipastikan apa bisa berangkat atau tidak karena ada persyaratan harus menanggung biaya hingga Rp37 juta lebih," kata Muzakir kepada media ini.
Siapa Samuel, Bek Kiri dari Seulimeum
Samuel lahir di Aceh Besar pada 30 November 2003 dan berdomisili di Seuneubok, Kecamatan Seulimeum. Ia bermain sebagai bek kiri dengan tinggi 162 sentimeter dan berat 52 kilogram.
Pembinaan sepak bolanya dimulai bersama SSB Indrapuri pada 2013–2016, lalu berlanjut di Talenta Football Academy pada 2017–2021. Di luar lapangan, Samuel tercatat sebagai mahasiswa program S-1 Ilmu Hukum Universitas Syiah Kuala.
Syibran Malisi, Winger Sabang dengan Catatan Prestasi Futsal
Muhammad Syibran Malisi lahir di Kota Sabang pada 20 April 2003 dengan tinggi 165 sentimeter dan berat 60 kilogram. Posisinya winger dengan kaki dominan kanan.
Ia memulai karier di SSB Barona pada 2015–2018, kemudian mengikuti Pra-PORA dan PORA pada 2021–2022. Syibran juga memperkuat tim Universitas Syiah Kuala di sejumlah kompetisi mahasiswa, termasuk POMDA, POMNAS, dan IMT-GT sepanjang 2022–2026.
Dari catatan prestasinya, Syibran meraih juara pertama Minifutsal Indonesia–Malaysia–Thailand Growth Triangle Varsity Carnival pada 2025 dan 2026, setelah posisi kedua pada 2024. Ia juga juara pertama POMDA Futsal 2022, juara kedua futsal PORA Aceh 2022, serta runner-up BLiSPI Menpora U-16 Provinsi Aceh.
Profil pemainnya mencatat kecepatan, kelincahan, kemampuan menggiring bola, akurasi umpan, dan penyelesaian akhir sebagai keunggulan utama.
Keikutsertaan Masih Bergantung Proses Seleksi dan Pembiayaan
Panggilan terhadap Samuel dan Syibran membuka peluang keduanya melangkah ke level lebih tinggi. Meski demikian, keikutsertaan mereka di kejuaraan dunia itu masih bergantung pada proses pembentukan tim dan pemenuhan persyaratan yang ditetapkan penyelenggara maupun pengurus terkait.
Hingga berita ini disusun, kepastian keberangkatan kedua pemain ke Turki belum diperoleh.