ACEH — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah 0,42% ke level 5.911 pada perdagangan sesi pertama, Selasa (13/10). Investor asing mencatatkan aksi jual bersih Rp 62,53 miliar hingga jeda siang, dengan BMRI, TLKM, dan BBRI menjadi sasaran utama pelepasan.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan nilai transaksi saham sepanjang sesi pertama mencapai Rp 6,27 triliun. Volume perdagangan tercatat 24,67 miliar saham dengan frekuensi 943,83 ribu kali transaksi.
Kapitalisasi pasar IHSG hingga siang ini berada di Rp 10.400 triliun. Dari 791 saham yang diperdagangkan, 315 saham menguat, 328 saham terkoreksi, dan 148 saham stagnan.
BMRI, TLKM, dan BBRI Paling Banyak Dilepas Asing
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan pembelian Rp 1,86 triliun dan penjualan Rp 1,92 triliun. Selisihnya menjadi net sell Rp 62,53 miliar.
Tiga saham dengan nilai jual asing terbesar:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 91,03 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM): Rp 51,56 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 49,95 miliar
Pelepasan saham perbankan dan telekomunikasi ini terjadi di tengah tekanan jual yang merata di hampir seluruh sektor.
Sektor Teknologi Tertekan Paling Dalam
Dari sebelas sektor di BEI, enam sektor berakhir di zona merah. Sektor teknologi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 1,23%.
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu saham teknologi yang tertekan, turun 3,70% ke Rp 25. Tekanan pada GOTO sejalan dengan sentimen negatif yang menimpa saham-saham berbasis teknologi di kawasan Asia.
Bursa Asia Bergerak Bervariasi
Pergerakan bursa regional tidak seragam. Indeks Nikkei turun 1,93% dan Hang Seng terkoreksi tipis 0,02%.
Sementara itu, Shanghai Composite naik 0,36% dan Straits Times tumbuh 0,43%. Divergensi ini mencerminkan ketidakpastian investor terhadap arah kebijakan moneter global.
Saham Pemenang dan Pecundang Sesi Pertama
Di jajaran top gainers, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) memimpin dengan kenaikan 7,30% ke Rp 14.700. PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 4,46% ke Rp 4.220, disusul PT Indika Energy Tbk (INDY) yang menguat 4,21% ke Rp 2.720.
Pada sisi losers, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) turun 4,60% ke Rp 166. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terkoreksi 4,57% ke Rp 1.985, dan PT Sentul City Tbk (BKSL) melemah 3,70% ke Rp 52.
Investor akan mencermati kelanjutan sesi kedua untuk melihat apakah tekanan jual asing berlanjut atau ada pembalikan arah menjelang penutupan.