Pencarian

133 Pekebun Aceh Timur dan Subulussalam Ikuti Pelatihan ISPO Mulai 29 September 2026

Kamis, 01 Oktober 2026 • 10:46:31 WIB
133 Pekebun Aceh Timur dan Subulussalam Ikuti Pelatihan ISPO Mulai 29 September 2026
Pekebun mengikuti pelatihan implementasi ISPO di Banda Aceh, Senin (29/9/2026).

BANDA ACEH — Pelatihan bertajuk "Implementasi ISPO Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit" diikuti 133 pekebun dari dua daerah di Aceh. Kegiatan ini menyasar pekebun di Kabupaten Aceh Timur dan Kota Subulussalam dengan fokus pada pemahaman standar Indonesian Sustainable Palm Oil.

Pembukaan pelatihan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari tingkat kabupaten, kota, dan provinsi. Hadir Kepala Bidang Usaha Tani, Perizinan Produksi dan Pengelolaan Perkebunan Kabupaten Aceh Timur Erni Safwar, Kepala Bidang Perkebunan Kota Subulussalam Andriansyah, serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Azanuddin Kurnia.

Dari Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, turut hadir Tulus Tri Margono. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menegaskan dukungan terhadap peningkatan kapasitas pekebun dalam mempersiapkan penerapan prinsip perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

Mengapa ISPO Dinilai Penting bagi Pekebun Aceh

Erni Safwar menekankan peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai bagian dari penerapan standar keberlanjutan kelapa sawit. Menurutnya, sertifikasi ISPO bukan sekadar dokumen, melainkan wujud tanggung jawab terhadap lingkungan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen kita bersama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam penerapan standar keberlanjutan kelapa sawit. Sertifikasi ISPO bukan hanya sertifikat, tetapi wujud nyata dari tanggung jawab kita terhadap lingkungan," ujarnya.

Andriansyah berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan selama pelatihan. Pengetahuan itu diharapkan dapat dibagikan kepada pekebun lain di daerah masing-masing.

Dengan cara itu, pemahaman mengenai standar perkebunan berkelanjutan dapat berkembang lebih luas di tingkat pekebun.

Kunjungan Lapangan Jadi Bagian Pelatihan

Azanuddin Kurnia menegaskan penerapan ISPO merupakan komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman teori, tetapi juga kesempatan melihat penerapan di lapangan.

"ISPO merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanian sawit secara berkelanjutan. Harapannya, dengan pelatihan ini yang tidak hanya terkait teori, tetapi juga ada kegiatan kunjungan lapangan, petani yang sudah mengikuti pelatihan dapat mulai menerapkan standar ISPO di tempatnya masing-masing," ungkapnya.

Tulus Tri Margono menekankan pentingnya penerapan standar keberlanjutan ISPO. Menurutnya, langkah itu menjadi bagian dari upaya menunjukkan komitmen perkebunan kelapa sawit Indonesia terhadap pengelolaan yang berkelanjutan.

"Dengan upaya penerapan standar keberlanjutan ISPO pada kelapa sawit, kita dapat menjawab dan menunjukkan kepada dunia bahwa perkebunan kelapa sawit tidak merusak lingkungan dan dapat berkelanjutan," tuturnya.

Pengetahuan Diharapkan Menyebar ke Pekebun Lain

Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan tidak hanya memahami standar ISPO secara konseptual. Mereka juga diharapkan mampu mengimplementasikannya dalam pengelolaan perkebunan masing-masing.

Kegiatan pembelajaran dan kunjungan lapangan menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran mengenai penerapan standar keberlanjutan secara nyata. Selain meningkatkan kapasitas pekebun, pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diteruskan kepada pekebun lainnya di daerah masing-masing.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit di Aceh Timur dan Subulussalam. Tujuannya mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, bertanggung jawab terhadap lingkungan, dan berkelanjutan.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: noa.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks