SUBULUSSALAM — Sebanyak 20 rumah warga di Desa Bukit Alim, Kecamatan Longkib, terendam luapan Sungai Tempuran. Dampaknya, 20 kepala keluarga atau 97 jiwa terdampak langsung. Banjir juga merusak kebun masyarakat serta sejumlah ruas jalan dan jembatan di wilayah tersebut.
Di Kecamatan Simpang Kiri, delapan rumah warga terdampak banjir. Satu unit jembatan mengalami kerusakan struktural dan kini berstatus rusak berat. Kondisi itu membuat warga khawatir jembatan runtuh sewaktu-waktu dan mengganggu aktivitas di kawasan sekitar.
Kajian Cepat dan Tim Reaksi Cepat Dikerahkan
BPBD Kota Subulussalam telah melakukan kajian cepat di lokasi kejadian. Tim Reaksi Cepat (TRC) juga dikerahkan untuk mengevaluasi kondisi dan mendata dampak banjir. Staf Pusdatin BPBA, Haslinda, menyebut banjir melanda dua kecamatan tersebut setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Tempuran meluap ke permukiman warga.
Haslinda merinci, banjir terjadi di Desa Bukit Alim, Kecamatan Longkib, dan Desa Subulussalam Timur, Kecamatan Simpang Kiri. Tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam kejadian tersebut.
Genangan Surut, Jembatan Rusak Jadi Perhatian
Berdasarkan kondisi terakhir, genangan di Kecamatan Simpang Kiri telah surut. Di Kecamatan Longkib, air juga berangsur surut, meski beberapa ruas jalan masih tergenang. Kondisi jembatan yang rusak berat masih menjadi perhatian utama.
BPBD bersama petugas terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi di lokasi terdampak. Pendataan dampak banjir terus berjalan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.