JAKARTA — Keluarga besar Soekarno mengumumkan kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi yang diedarkan pagi ini. Dalam keterangan itu, keluarga membenarkan bahwa Guruh wafat pada usia 73 tahun setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 Tahun," bunyi pernyataan keluarga.
Keluarga memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum semasa hidup. Mereka juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar beliau berakhir dengan husnul khotimah dan segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.
Seniman yang Menjaga Warisan Budaya Bangsa
Guruh dikenal luas sebagai tokoh seniman dan budayawan yang berkiprah panjang di panggung nasional. Sepanjang perjalanan hidupnya, ia menaruh perhatian besar pada pelestarian budaya bangsa dan kesenian tradisional.
Nilai-nilai perjuangan sang ayah, Proklamator Kemerdekaan RI, menjadi bagian yang ia jaga sepanjang kariernya. Perhatian pada warisan leluhur itu pula yang kemudian mewarnai langkahnya di dunia politik.
Jejak Politik: Anggota DPR hingga Pendiri PNI Baru
Sejak lama, Guruh aktif di dunia politik dan pernah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ia juga dikenal sebagai pendiri dan tokoh utama Partai Nasional Kerakyatan — PNI Baru.
Kiprahnya di parlemen banyak menyentuh isu budaya, warisan leluhur, serta kepentingan rakyat kecil. Isu-isu itu menjadi warna khas perjalanan politiknya selama bertahun-tahun.
Jadwal Pemakaman Belum Diumumkan
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum mengumumkan jadwal pemakaman almarhum. Rencananya, pemakaman akan diumumkan secara resmi kemudian hari.