ACEH — Yayasan Baitul Maal PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara mengukuhkan peserta program Generasi Cahaya Pintar Batch III periode 2026–2027 di Aula Astakona, Kantor PLN UID Sumut, Medan, Kamis (24/9). Pengukuhan itu dirangkai dengan penyaluran bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Program ini menjadi wajah lain PLN di luar layanan kelistrikan: zakat pegawai yang dikelola untuk pendidikan dan pemberdayaan.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar program tambahan bagi perusahaan. Menurut dia, keberlanjutan perusahaan dibangun lewat dua jalur sekaligus: keandalan pelayanan kelistrikan dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Karena itu, YBM PLN dinilai punya peran penting menghadirkan manfaat yang melampaui layanan listrik.
Kegiatan di Aula Astakona itu dihadiri jajaran manajemen dan pengurus YBM PLN, Ketua DPD Serikat Pekerja PLN UID Sumut Romy Ginting, perwakilan Srikandi PLN, PIKK, IKPLN, serta para muzaki di lingkungan PLN UID Sumatera Utara.
Apa Itu Program GENCAR
GENCAR adalah program pembinaan YBM PLN yang menyasar generasi muda potensial. Peserta tidak hanya menerima dukungan pendidikan, tetapi juga dibekali penguatan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman.
Tujuannya agar mereka tumbuh menjadi pribadi mandiri yang mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Pembinaan dirancang terarah dan berkelanjutan, bukan bantuan sekali habis.
Rizky menyebut program ini sebagai bukti bahwa kepedulian tidak berhenti pada pemberian bantuan. "Program GENCAR menunjukkan bahwa kepedulian tidak berhenti pada pemberian bantuan. Kepedulian harus tumbuh menjadi gerakan pemberdayaan yang membuka kesempatan, membangun karakter, dan mempersiapkan generasi muda untuk menciptakan masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Ia berharap peserta Batch III memanfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. "Energi sejatinya bukan hanya listrik yang menerangi rumah, tetapi juga harapan yang menyalakan semangat untuk belajar dan meraih cita-cita," tambah Rizky.
Dari Zakat Pegawai untuk Pendidikan dan Ekonomi
Ketua YBM PLN UID Sumatera Utara, Dicky Hiwardi, menjelaskan bahwa seluruh program YBM berjalan berkat zakat yang ditunaikan pegawai Muslim PLN. Amanah itu dikelola dan disalurkan melalui lima bidang: pendidikan, sosial kemanusiaan, kesehatan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi.
Dicky menegaskan pengukuhan bukan titik akhir pembinaan. "Pengukuhan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari proses pembinaan. Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap rangkaian program dengan sungguh-sungguh, terus meningkatkan kemampuan, memperkuat karakter, serta menjaga semangat untuk belajar dan berbagi manfaat," katanya.
Pada acara yang sama, YBM PLN UID Sumut menyerahkan bantuan kepada anak yatim dan kaum dhuafa. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh General Manager PLN UID Sumut bersama jajaran manajemen dan pengurus YBM PLN untuk meringankan kebutuhan para penerima manfaat.
Komitmen Memperluas Manfaat
Melalui pengukuhan GENCAR Batch III dan penyaluran bantuan tersebut, YBM PLN UID Sumatera Utara berkomitmen memperluas manfaat zakat pegawai lewat program yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan mendorong kemandirian penerima manfaat.
Bagi PLN, langkah ini memperkuat posisi perusahaan di tengah masyarakat Sumatera Utara. Di luar tanggung jawab menyuplai listrik, perusahaan pelat merah itu membangun kedekatan sosial melalui kanal zakat yang dikelola pegawai sendiri.