ACEH — BYD mencatat penjualan 40,6 ribu unit mobil listrik dan plug-in hybrid di Indonesia hingga bulan lalu, angka yang menegaskan posisinya sebagai merek BEV nomor satu di pasar lokal. Pencapaian ini ditopang Atto 1 yang terjual lebih dari 20 ribu unit meski baru dipasarkan sekitar tiga bulan. M6 DM juga mencatat rekor baru di segmen PHEV dengan penjualan di atas 1.000 unit dalam dua bulan terakhir.
Perjalanan BYD di Indonesia terbilang singkat, tetapi hasil penjualannya sudah melampaui banyak merek yang lebih dulu hadir. Tiga model pertama yang dibawa ke pasar lokal, Atto 3, Dolphin, dan Seal, langsung diterima konsumen. Pabrikan asal China itu tidak berhenti di situ dan terus menambah lini produknya.
Dari Atto 3 hingga Atto 1, Rangkaian Model yang Terus Bertambah
Sejumlah model diluncurkan untuk mengisi ceruk pasar yang berbeda. Sealion 7 masuk sebagai SUV di atas Atto 3, sementara M6 hadir pada 2024 dan langsung menjadi mobil listrik terlaris di Indonesia. Setahun berselang, Atto 1 melengkapi jajaran sebagai model paling terjangkau.
Strategi harga agresif membuat Atto 1 cepat diterima. Model ini dibanderol di bawah Rp 300 jutaan dengan tiga varian pilihan. Meski sempat terganggu di Maret dan Mei, penjualannya kembali normal setelahnya.
M6 DM Rebut Posisi Teratas di Pasar PHEV
Selain versi listrik murni, M6 juga tersedia dalam varian plug-in hybrid. M6 DM tercatat sebagai satu-satunya mobil PHEV yang dijual BYD di Indonesia saat ini. Penjualannya menembus lebih dari 1.000 unit dalam dua bulan terakhir.
Angka itu cukup untuk menggeser dominasi grup Chery di segmen PHEV. Pasar mobil hybrid plug-in di Indonesia memang masih kecil, tetapi pertumbuhannya mulai terlihat dari munculnya model-model baru.
Model Unggulan dan Alasan di Baliknya
- Atto 1 — model terlaris dengan harga di bawah Rp 300 jutaan, tersedia tiga varian
- M6 — mobil listrik terlaris sejak peluncuran 2024, tersedia versi BEV dan PHEV
- M6 DM — pemimpin pasar PHEV dengan penjualan di atas 1.000 unit dalam dua bulan
- Sealion 7 — SUV listrik yang mengisi segmen di atas Atto 3
Persaingan Sesama Merek China Makin Ketat
Pasar BEV Indonesia masih didominasi merek-merek China. Hampir semuanya menawarkan SUV, sehingga sebagian mulai beralih membawa hatchback, city car, MPV, hingga sedan. Langkah itu diambil untuk menghindari kebosanan konsumen terhadap model yang bentuknya serupa.
Meski begitu, Toyota dan Daihatsu tetap memegang posisi merek terlaris secara keseluruhan. Bagi merek-merek listrik, targetnya bukan merebut takhta itu, melainkan memenuhi beragam permintaan pasar yang belum tergarap.
Rencana BYD Selanjutnya
BYD belum memberi kepastian soal model baru yang akan dibawa ke Indonesia. M6 DM masih menjadi satu-satunya PHEV yang dijual di sini, dan belum ada rencana menambah pilihan lain di kategori itu.
Peluang menambah model BEV tetap terbuka mengingat lini produk globalnya jauh lebih luas. Tantangan terbesarnya bukan sekadar menaikkan angka penjualan, melainkan meyakinkan konsumen yang masih ragu beralih ke mobil listrik.