Pencarian

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Minta Bupati/Walikota Siapsiaga Hadapi Puncak Hujan Oktober-Desember 2026

Kamis, 17 September 2026 • 18:16:01 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Minta Bupati/Walikota Siapsiaga Hadapi Puncak Hujan Oktober-Desember 2026

BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menginstruksikan seluruh bupati dan walikota se-Aceh bergerak bersama menyiapkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan curah hujan. Instruksi tersebut merespons informasi prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh yang memantau curah hujan intensitas menengah dan tinggi di wilayah kabupaten/kota Provinsi Aceh sepanjang Oktober hingga Desember 2026.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, menyatakan imbauan gubernur disampaikan lewat surat resmi kepada seluruh kepala daerah. Surat bernomor 300.2/11114 bertanggal 14 September 2026 itu ditandatangani Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Taufik atas nama Gubernur Aceh.

"Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu 3 (tiga) bulan ke depan," kata Gubernur Mualem melalui Nurlis Effendi di Banda Aceh, Kamis (17 September 2026).

Apa Isi Instruksi Gubernur ke Bupati dan Walikota?

BMKG membagi dua bentuk kesiapsiagaan sesuai karakter curah hujan di masing-masing wilayah. Untuk daerah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah, langkah yang dianjurkan mencakup konservasi dan penghematan air, perbaikan kebocoran, serta pembangunan infrastruktur resapan seperti biopori, sumur resapan, dan embung.

Wilayah dengan curah hujan rendah juga diminta menyesuaikan sektor pertanian ke varietas tahan kering seperti palawija dan irigasi tetes. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masuk dalam daftar kewaspadaan.

Sementara untuk wilayah berkategori curah hujan tinggi hingga sangat tinggi, BMKG menekankan pembersihan lingkungan dan drainase lewat gotong royong. Warga juga diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar.

Peringatan Dini dan Evakuasi Jadi Prioritas

Pemerintah daerah diminta memastikan keamanan kelistrikan dan aset warga, mulai dari mematikan listrik hingga menaikkan barang berharga ke tempat lebih tinggi. Pemantauan informasi peringatan dini BMKG dan kesiapan evakuasi disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari protokol kesiapsiagaan.

Gubernur Mualem sebelumnya sudah menyinggung kerawanan bencana hidrometeorologi di Aceh. Ia menyoroti kondisi tanah di kawasan bencana yang? belum kokoh dan labil pascabanjir serta longsor setahun lalu.

"Pak Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorology yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil," kata Nurlis Effendi pada Senin (14 September 2026).

Pernyataan itu muncul setelah gubernur menerima laporan musibah tanah longsor di tiga kabupaten di kawasan tengah Aceh.

Sinergi Forkopimda hingga Kampus Dianggap Kunci

Pada Kamis (3 September 2026), Mualem lebih dulu mengingatkan soal kerawanan bencana memasuki musim hujan. Ia menilai risiko banjir, longsor, dan bencana lain meningkat di sejumlah wilayah jika tidak diantisipasi sejak awal.

"Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah," kata Mualem.

Gubernur menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait. Perguruan tinggi negeri dan swasta juga diminta terlibat memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat respons di lapangan.

Kolaborasi lintas lembaga itu dinilai menentukan agar keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama saat puncak curah hujan tiba.

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lingkarpos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks