Pencarian

Sayid Andi Maulana Terima Penghargaan Pengusaha Muda Inspiratif Perhotelan dari SMSI Aceh, Ini Kiprahnya di Banda Aceh

Senin, 07 September 2026 • 09:01:31 WIB
Sayid Andi Maulana Terima Penghargaan Pengusaha Muda Inspiratif Perhotelan dari SMSI Aceh, Ini Kiprahnya di Banda Aceh
Sayid Andi Maulana menerima penghargaan Pengusaha Muda Inspiratif Perhotelan dari SMSI Aceh di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Perjalanan bisnis Sayid Andi Maulana di industri perhotelan dan kuliner Aceh mendapatkan pengakuan. Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh baru-baru ini menganugerahkan penghargaan "Pengusaha Muda Inspiratif Perhotelan" kepada pria kelahiran Sigli, 19 Oktober 1992 itu.

Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Ia menjadi penanda atas ketekunan Sayid membangun usaha di tengah dinamika ekonomi nasional yang kerap berubah cepat.

Bermodal Ilmu Hukum, Merambah Bisnis Perhotelan

Sayid tidak memulai kariernya dari nol di dunia usaha. Ia menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Sumatera Utara dan melanjutkan studi magister di Universitas Syiah Kuala. Bekal hukum itu menjadi fondasi saat mengambil keputusan-keputusan berisiko di dunia bisnis.

Pada 2014, di usia yang relatif muda, ia dipercaya memegang kendali sebagai CEO PT Grand Arabia Hotel. Tiga tahun kemudian, langkahnya melebar dengan mendirikan PT Banda Aceh Restaurant.

Dunia kampus dan lapangan usaha ia jalankan beriringan. Sayid menyebut ilmu yang dipelajari di bangku kuliah menjadi kompas, sementara pengalaman langsung mengasah insting bisnisnya agar relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Aktif di HIPMI dan KADIN, Dorong Potensi Kawasan Perbatasan

Kiprah Sayid tidak berhenti di ruang rapat direksi. Ia aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Lewat organisasi itu, ia menyumbang pemikiran untuk memajukan sektor pariwisata dan menggali potensi kawasan perbatasan yang selama ini kerap terpinggirkan.

Baginya, keberhasilan pribadi belum lengkap jika tidak disertai kontribusi bagi kemajuan bersama. Prinsip itu yang terus ia pegang di tengah persaingan usaha yang makin ketat.

Penghargaan Ini Bukan Garis Akhir

Bagi Sayid, penghargaan dari SMSI Aceh bukanlah tujuan akhir. Ia justru memandangnya sebagai penanda bahwa kerja keras yang dilakukan dengan tulus akan menemukan maknanya. Ia sadar jalan yang ditempuh masih panjang dan tanggung jawab yang diemban semakin berat.

Ia berharap pengakuan ini bisa menjadi bahan bakar semangat untuk terus berkarya dan menginspirasi pemuda Aceh agar berani bermimpi serta memberi dampak nyata bagi sesama. Perjalanan itu, sejauh apa pun ia melangkah, baru saja dimulai. (*)

Follow porosaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: waspadaaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks