ACEH UTARA — Program Asta Cita Presiden menjadi landasan penguatan sinergi antara BPMA, TNI AD, dan kontraktor migas di wilayah kerja Blok B PGE. Monitoring dan evaluasi kinerja pembinaan teritorial digelar di Aceh Utara pada Minggu (26/7/2026) untuk memastikan dukungan keamanan dan kelancaran operasi hulu migas berjalan optimal.
Mengevaluasi Perjanjian Kerja Sama untuk Swasembada Energi
Paban VII/Kermater Sterad, Kolonel Hipni Maulana Farhan, menegaskan bahwa kegiatan monev tersebut menjadi momentum penting mengevaluasi secara menyeluruh pelaksanaan PKS antara TNI AD dan BPMA. "Khususnya dalam mendukung program Asta Cita Presiden yang berfokus pada penguatan kemandirian bangsa melalui swasembada energi, pangan, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru," ujarnya dalam siaran pers.
Ia mendorong semua hambatan di lapangan diutarakan secara terbuka dalam forum agar ditemukan jalan keluar terbaik untuk kelancaran tugas ke depan. Forum ini dihadiri oleh sejumlah pejabat TNI AD dan BPMA, termasuk Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan, Aster Kasdam Iskandar Muda Kolonel Riyandi, serta jajaran Komando Resor Militer dan Kodim setempat.
Sinergi Lintas Instansi untuk Objek Vital Nasional
Deputi Dukungan Bisnis BPMA, Edy Kurniawan, menyebut kegiatan ini tidak hanya mengevaluasi efektivitas dukungan pembinaan teritorial, tetapi juga mengidentifikasi capaian, kendala, dan peluang perbaikan. "Kolaborasi erat antara BPMA, TNI AD, dan KKKS menjadi fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah operasi serta mendukung keberlanjutan operasi hulu migas sebagai objek vital nasional demi ketahanan energi," jelasnya.
External Relation Manager PGE, Willya Retnosari, menambahkan bahwa sinergi ini menciptakan iklim operasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Menurutnya, kunjungan lapangan dan monitoring memperkuat koordinasi pengamanan objek vital nasional. "Kolaborasi antara regulator, aparat keamanan, dan kontraktor kontrak kerja sama akan meningkatkan keandalan operasi sehingga produksi migas berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi ketahanan energi nasional maupun pembangunan ekonomi Aceh," ujar Willya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Relation Manager & Security Medco EP Malaka Maulidar, Kasrem 001 Lilawangsa Letkol Novi Widyanto, Dandim Aceh Timur Letkol Fiska Bagus Tri Sunaryanto, Dandim Aceh Utara Letkol Faisal, serta Danyonif 111/KB Letkol Arlino Junaiman Zai.
BPMA dan TNI AD berkomitmen melanjutkan evaluasi secara berkala untuk memastikan program pembinaan teritorial di wilayah kerja migas Aceh berjalan sesuai sasaran, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tingkat daerah.