BANDA ACEH — Struktur kepengurusan baru terdiri dari lima posisi utama. Tgk Sulaiman Qari SSosI MAP menjabat sebagai Rais Syuriah, Abati Onliansyah BA MA sebagai Ketua Tanfidziyah, Tgk Ismi Amran SPd MSi sebagai Katib Syuriah, Tgk Jufri SPdI sebagai Sekretaris, dan Tgk Ahmad Ikbar SH sebagai Bendahara. Pelantikan berlangsung khidmat dengan pembacaan khutbah Iftitah dan doa yang dipimpin langsung oleh Waled Nu.
Konsolidasi dan Penguatan Aswaja Jadi Prioritas
Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Banda Aceh Abati Onliansyah dalam sambutannya menyatakan kepengurusan baru akan mengutamakan konsolidasi organisasi dan penguatan pengamalan nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Ia juga menekankan peningkatan kontribusi Nahdlatul Ulama di bidang agama, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah Terus Diperkuat
Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal memberikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PCNU baru. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Nahdlatul Ulama terus diperkuat dalam mewujudkan masyarakat yang religius, bermoral, dan sejahtera. Kehadiran Illiza dalam acara tersebut menunjukkan dukungan Pemkot Banda Aceh terhadap peran NU di ibu kota provinsi.
Pesan dari PWNU dan PBNU: Soliditas dan Adaptasi Zaman
Ketua PWNU Aceh Abu H Faisal Ali mengingatkan seluruh pengurus untuk menjaga soliditas organisasi dan memperluas kemanfaatan bagi masyarakat. Sementara itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui H Faisal Ali Hasyim mengajak jajaran pengurus untuk memperkuat peran NU sebagai organisasi keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keislaman dan kebangsaan.
Acara Ditutup dengan Khutbah Iftitah dan Doa
Rangkaian pelantikan resmi ditutup dengan khutbah Iftitah dan doa yang dipimpin oleh Waled Nu. Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PCNU Kota Banda Aceh diharapkan lebih optimal dalam menjalankan program keagamaan, pendidikan, dan sosial bagi masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh.