ACEH — Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menyajikan pertandingan sengit. Di luar lapangan, gelombang kreativitas suporter melahirkan fenomena baru: lagu-lagu non-resmi yang popularitasnya mengalahkan tema resmi seperti "Dai Dai" atau "Goals". Dua di antaranya bahkan tercipta dari nama pemain bintang.
Lagu "Ha Ha Ha" untuk Sang Viking
Timnas Norwegia yang sukses menembus perempat final setelah mengalahkan Brasil membawa serta budaya suporter unik. Lagu "Haaland (Ha Ha Ha)"—adaptasi dari lagu partisan Italia, Bella Ciao—dinyanyikan massal di tribun. Liriknya yang sederhana dan nada riang menggambarkan gaya kocak Erling Haaland saat mencetak gol.
Fenomena ini melengkapi ritual "Viking Row", gerakan mendayung bersama yang sudah viral. Bagi Norwegia yang terakhir tampil di Piala Dunia 1998, kehadiran Haaland dan lagu ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola mereka.
"Hey Jude" Gema di Azteca untuk Jude Bellingham
Inggris juga punya senjata serupa. Lagu legendaris "Hey Jude" dari The Beatles kembali berkumandang, tetapi kini dengan makna baru: dukungan untuk gelandang serang Jude Bellingham. Lagu ini pertama kali menggema saat Inggris mengalahkan Kroasia di babak grup.
Puncaknya terjadi di Estadio Azteca, Mexico City. Saat Inggris menang 3-2 atas Meksiko dan memastikan tiket perempat final, Bellingham menjadi bintang dengan dua gol dalam waktu dua menit. Kapten Harry Kane secara terbuka mengakui bahwa lagu itu menciptakan ikatan emosional kuat antara pemain dan pendukung.
Duel Lagu di Miami: Norwegia vs Inggris
Persaingan kini memasuki babak baru. Pada 11 Juli (atau 12 Juli WIB), Norwegia akan berhadapan dengan Inggris di Hard Rock Stadium, Miami Gardens, Florida, memperebutkan tiket semifinal. Pertanyaan besarnya bukan hanya siapa yang menang, tetapi lagu mana yang akan mendominasi tribun: "Ha Ha Ha" ala Viking atau "Hey Jude" dari kubu The Three Lions?