ACEH — Folarin Balogun dipastikan tersedia untuk memperkuat Timnas Amerika Serikat saat menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia. Kepastian ini didapat setelah FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan yang seharusnya dijalani sang striker.
Keputusan tersebut diumumkan FIFA pada Minggu (15/6) atau sehari setelah laga Amerika Serikat melawan Belgia. Balogun sebelumnya mendapat kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar.
Kartu Merah Kontroversial yang Digugat
Insiden terjadi pada menit ke-64 saat Balogun beradu fisik dengan bek Bosnia, Tarik Muharemovic, untuk memperebutkan bola lambung. Kaki Balogun mendarat di pergelangan kaki Muharemovic hingga terpilin, dan wasit Brasil Raphael Claus mengeluarkan kartu merah setelah meninjau tayangan ulang lambat dari VAR.
Aturan FIFA menyebut kartu merah secara otomatis menyebabkan larangan bermain di laga selanjutnya. Namun, FIFA menggunakan Pasal 27 Kode Disiplin untuk menangguhkan hukuman tersebut dengan masa percobaan satu tahun.
"Jika Folarin Balogun melakukan pelanggaran serupa dalam masa percobaan, larangan akan diberlakukan kembali," demikian pernyataan FIFA.
Intervensi Donald Trump hingga Pujian untuk FIFA
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka berterima kasih kepada FIFA melalui akun Truth Social miliknya. "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan besar!" tulis Trump, yang merupakan teman dekat Presiden FIFA Gianni Infantino.
Laporan dari AFP dan Reuters menyebut Trump telah menelepon Infantino awal pekan ini untuk meminta peninjauan ulang kartu merah tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga termasuk pihak yang menuntut keputusan ini ditinjau.
Penyerang Amerika Serikat, Christian Pulisic, mengaku seluruh skuad mengetahui kabar ini di bus menuju latihan. "Balogun super senang. Pelanggarannya tidak separah yang terlihat," ujar Pulisic.
Kemarahan Belgia: "Bertentangan Langsung dengan Regulasi"
Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan diri "terkejut" dengan keputusan FIFA dan tengah menjajaki semua opsi hukum yang tersedia. Dalam pernyataan resmi, RBFA menegaskan semua kartu merah sebelumnya di Piala Dunia ini otomatis berujung sanksi larangan bermain.
"Keputusan ini bertentangan langsung dengan regulasi turnamen yang telah ditegaskan FIFA kepada semua peserta pada Mei lalu," tulis RBFA. Mereka menambahkan bahwa langkah ini mengancam prinsip dasar fair play di sepak bola.
Ini bukan pertama kalinya FIFA menangguhkan larangan di Piala Dunia. Cristiano Ronaldo sebelumnya juga dibebaskan dari larangan tiga pertandingan usai kartu merah di kualifikasi, sehingga bisa tampil di laga pembuka Portugal. Namun, dalam kasus Balogun, ia menjadi pemain ke-12 yang mendapat kartu merah di turnamen ini—dan satu-satunya yang tidak menjalani skorsing.