Pencarian

Petani Aceh Timur Mulai Manfaatkan WhatsApp untuk Jual Beli Hasil Pertanian, Digitalisasi Sederhana Dinilai Efektif

Rabu, 24 Juni 2026 • 21:41:31 WIB
Petani Aceh Timur Mulai Manfaatkan WhatsApp untuk Jual Beli Hasil Pertanian, Digitalisasi Sederhana Dinilai Efektif
Petani Aceh Timur mulai memanfaatkan WhatsApp untuk mempercepat transaksi jual beli hasil pertanian.

ACEH TIMUR — Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Timur, Masri, mengatakan perubahan ini sudah berlangsung dan tanpa disadari menjadi bentuk digitalisasi pertanian yang paling dasar.

"Petani di Aceh Timur sudah banyak memanfaatkan telepon seluler dan aplikasi pesan instan seperti WhatsApp untuk berkomunikasi mengenai harga, jadwal panen, jumlah kebutuhan, hingga proses transaksi jual beli," ujar Masri di Aceh Timur, Rabu.

Menurutnya, kebiasaan ini membuat arus informasi lebih cepat dan efisien dibandingkan era sebelumnya yang masih mengandalkan informasi dari mulut ke mulut atau pertemuan tatap muka.

Digitalisasi Tak Harus Teknologi Canggih

Masri menilai, pemanfaatan ponsel untuk komunikasi niaga adalah langkah awal yang penting. "Secara tidak langsung, petani dengan sendirinya telah melakukan digitalisasi, walaupun dalam konteks komunikasi antara petani dan pembeli hasil pertanian," katanya.

Ia menekankan, digitalisasi pertanian tidak bisa dimaknai semata-mata sebagai penggunaan teknologi canggih. Yang lebih krusial adalah bagaimana teknologi sederhana yang sudah ada bisa dipakai untuk memperbaiki rantai pemasaran.

Dampak Lebih Terasa di Hortikultura dan Perkebunan

Masri menjelaskan, manfaat digitalisasi akan lebih terasa pada komoditas hortikultura, perkebunan, maupun produk olahan. Sebab, komoditas ini melibatkan lebih banyak pelaku usaha dalam rantai pemasarannya.

"Dengan pemanfaatan digitalisasi, komunikasi petani maupun pelaku usaha pertanian bisa lebih cepat serta dapat menjangkau pemasaran hasil pertanian lebih luas," kata dia.

Sebaliknya, untuk komoditas padi, tantangan utama saat ini lebih banyak berkaitan dengan peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta penguatan sarana dan prasarana pertanian seperti irigasi dan alat mesin pertanian.

Ke Depan: Tak Cuma Pemasaran, Produksi Juga Harus Dikuatkan

Masri menambahkan, penerapan digitalisasi tidak bisa disamakan untuk semua komoditas. Setiap sektor memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda.

"Ke depan, penguatan sektor pertanian tidak hanya fokus pada aspek pemasaran, tetapi juga pada peningkatan produksi, efisiensi usaha tani, serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: aceh.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks