Pencarian

BNPP Gandeng Perajin Genteng Majalengka Latih Warga Aceh Manfaatkan Lumpur Banjir Jadi Genteng

Jumat, 19 Juni 2026 • 12:01:01 WIB
BNPP Gandeng Perajin Genteng Majalengka Latih Warga Aceh Manfaatkan Lumpur Banjir Jadi Genteng
Perajin genteng Majalengka melatih warga Aceh mengolah lumpur banjir menjadi genteng.

PIDIE JAYA — Lumpur dan puing sisa banjir bandang yang masih berserakan di sejumlah wilayah Aceh kini disulap menjadi bahan baku genteng. Inisiatif ini digerakkan oleh BNPP RI yang mendatangkan perajin andal dari sentra genteng Jatiwangi, Majalengka, untuk mentransfer ilmunya langsung ke masyarakat.

Limbah Banjir Disulap Jadi Genteng Bernilai Ekonomi

Juanda, perajin genteng yang didapuk sebagai mentor, mengaku sudah seminggu berkeliling Aceh untuk memberikan pelatihan. Menurutnya, material lumpur dan sisa-sisa banjir di daerah setempat memiliki kualitas yang bisa diolah menjadi genteng yang layak pakai.

"Program ini untuk menggali potensi yang ada di wilayah Aceh. BNPP RI memberdayakan masyarakat, bisa tidak limbah banjir dimanfaatkan," kata Juanda saat dihubungi RRI, Kamis (18/6/2026).

Genteng hasil produksi nantinya bisa digunakan langsung sebagai atap rumah korban banjir yang masih dalam masa pemulihan. Jika berlebih, produk ini juga bisa dijual sehingga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Mengapa Perajin Majalengka Dilibatkan?

Keterlibatan perajin dari Majalengka bukan tanpa alasan. Kecamatan Jatiwangi di Kabupaten Majalengka dikenal sebagai pusat industri genteng tanah liat terbesar di Indonesia. Daerah ini bahkan menjadi lokasi peluncuran Program Gentengisasi Presiden Prabowo pada 11 Maret 2026 lalu.

Saat peluncuran perdana program tersebut, tercatat 24 truk mengangkut genteng dengan total nilai transaksi mencapai Rp3 miliar. Reputasi dan keahlian perajin dari wilayah inilah yang membuat BNPP menggandeng mereka untuk program pemberdayaan di Aceh.

Harapan Agar Pemda Fasilitasi Peralatan Produksi

Pelatihan yang diikuti oleh pelaku usaha dan perajin batu bata setempat ini masih terus berjalan. Juanda menekankan, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada transfer keterampilan, tetapi juga keseriusan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.

"Paling penting kesiapan masyarakat di sini mau tidak membuat genteng. Kemudian pemerintah daerah bisa tidak mencukupi," ujarnya, merujuk pada kebutuhan alat produksi yang memadai.

Ia berharap pemkab setempat dapat memfasilitasi warga dengan peralatan pembuatan genteng agar program ini bisa berkelanjutan dan tidak berhenti setelah masa pelatihan selesai. Dengan begitu, potensi lokal bisa terus digali dan ekonomi warga pascabencana perlahan pulih.

Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks