TAKENGON — Bupati Aceh Tengah Haili Yoga mengonfirmasi kedatangan bantuan alat berat dari Kementerian Dalam Negeri pada Selasa (19/5/2026). Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari permohonan yang diajukan kepada Mendagri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh dan Sumatera.
Hingga kini, sejumlah wilayah di Aceh Tengah masih kesulitan akses jalan akibat longsor dan banjir. Intensitas hujan yang tinggi membuat kawasan ini terus rawan bencana tanah longsor dan luapan sungai.
Rincian Bantuan: 4 Excavator, 3 Backhoe Loader, dan 14 Dump Truck
Bupati Haili Yoga menyebutkan bantuan yang tiba terdiri dari 4 unit excavator atau beko tipe PC 55, 3 unit backhoe loader, dan 14 unit dump truck. Tak hanya alat berat, pemerintah pusat juga menyediakan biaya operasional berupa dukungan operator dan bahan bakar minyak selama masa pemulihan bencana berlangsung.
“Kami hari ini kedatangan tim dari Kemendagri atas perintah langsung Bapak Mendagri terkait bantuan penanganan pascabencana. Bantuan yang diberikan berupa 14 unit dump truck, 4 unit excavator, dan 3 unit backhoe loader,” ujar Haili Yoga didampingi Wakil Bupati Muchsin.
Alat Berat untuk Normalisasi Sungai dan Pembersihan Longsor
Seluruh alat berat akan difokuskan untuk pembersihan material longsor, pembenahan akses jalan, hingga normalisasi aliran sungai di titik-titik terdampak. Bupati menambahkan bahwa pihaknya baru saja menggelar rapat bersama 42 desa yang terdampak bencana dan membutuhkan alat berat tersebut.
“Dengan datangnya bantuan dari Bapak Mendagri ini tentu sangat membantu masyarakat Aceh Tengah. Tadi kami juga baru selesai rapat bersama 42 desa terdampak bencana yang memang membutuhkan alat berat ini,” katanya.
Harapan Bupati: Alat Berat Tidak Ditarik Kembali
Haili Yoga berharap alat berat tersebut bisa terus digunakan di Aceh Tengah dan tidak ditarik kembali. Menurutnya, kondisi daerah yang hampir setiap hari menghadapi longsor dan banjir membuat ketersediaan alat berat menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami berharap alat berat ini nantinya bisa tetap digunakan di Aceh Tengah dan tidak ditarik kembali, karena kondisi daerah kami memang sangat membutuhkan. Terima kasih kepada Bapak Mendagri atas perhatian dan dukungannya. Ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah pusat hadir untuk masyarakat Aceh Tengah,” tambahnya.