ACEH TIMUR — Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Timur akhirnya turun ke lokasi sengketa lahan di Gampong Alue Lhok, Kecamatan Idi Tunong, Sabtu (6/2/2026). Kedatangan mereka merespons aksi blokade jalan yang dilakukan puluhan warga yang mengklaim areal perkebunan sawit PT Bumi Flora merupakan tanah milik masyarakat.
Akar Masalah: Tumpang Tindih Klaim Lahan
Ketegangan di Alue Lhok dipicu oleh perbedaan data administrasi. Warga meyakini lahan yang kini dikuasai perusahaan adalah hak milik mereka secara turun-temurun. Namun, secara legal formal, kawasan tersebut tercatat sebagai bagian dari wilayah HGU PT Bumi Flora.
"Kami hanya ingin hak kami kembali," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya di lokasi aksi.
Kesepakatan Pansus: Pengukuran Ulang Sebelum Ramadan
Dalam pertemuan yang berlangsung di tengah area yang diblokade, Ketua Pansus DPRK Aceh Timur, Sartiman, bersama anggota tim seperti Zulfahmi, Aftahurrida, Mahmduddin, Armia, dan Fadhil Muhammad, menyepakati langkah strategis. Poin paling krusial adalah rencana pengukuran ulang batas HGU.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur untuk melakukan pengukuran ulang. Target kami, masalah ini harus memiliki kejelasan sebelum memasuki bulan suci Ramadan," tegas Sartiman di hadapan warga.
Kesepakatan tersebut langsung ditandatangani oleh Ketua Pansus dan disaksikan oleh warga yang hadir. Langkah ini menjadi oase di tengah penantian panjang yang selama bertahun-tahun tidak menemui titik terang.
Warga Awasi Janji DPRK, BPN Jadi Penentu
Ketua Aksi, Hasanul, menyambut baik respons cepat DPRK. Namun, ia menegaskan bahwa warga tidak akan lengah. Pihaknya akan terus mengawal proses hingga ada keputusan resmi dari BPN sebagai otoritas pertanahan tertinggi di daerah.
"Kami berharap janji ini bukan sekadar penenang sesaat. Warga mendambakan keadilan yang konkret atas lahan yang menjadi tumpuan hidup," ujar Hasanul.
Kini, bola panas sengketa agraria ini berada di tangan BPN Aceh Timur dan tim Pansus. Masyarakat Alue Lhok berharap, Ramadan tahun ini bisa mereka lalui dengan tenang, tanpa dibayangi konflik lahan yang berkepanjangan.