Ketua TP PKK Aceh Kak Na Kunjungi Posko Pengungsi Banjir Trumon, 86 Jiwa Masih Bertahan

Penulis: Ragil  •  Sabtu, 07 November 2026 | 08:16:31 WIB
Ketua TP PKK Aceh Kak Na meninjau Posko Pengungsi Banjir Trumon di Kompi Brimob Batalyon C.

TAPAKTUAN — Rombongan diterima petugas posko sebelum meninjau area pengungsian dan dapur umum. Kak Na meminta jajaran posko tidak hanya fokus pada ketersediaan pangan dan tenda, tetapi juga pelayanan kesehatan harian bagi warga.

Perhatian khusus diminta diberikan kepada perempuan, lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil. Menurutnya, kelompok tersebut paling rentan mengalami penurunan kondisi kesehatan selama berada di pengungsian.

"Kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir harus terus diperhatikan, khususnya kepada kelompok rentan, mereka tentu harus mendapat perhatian lebih," ujar Kak Na kepada petugas posko usai menyerahkan bantuan.

86 Jiwa Mengungsi, 49 di Antaranya Perempuan

Banjir melanda Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, pada 28 Oktober 2026. Sebanyak 26 kepala keluarga atau 86 jiwa terpaksa mengungsi ke posko yang berada di Kompi Brimob Batalyon C Trumon.

Data pengungsi mencatat 49 orang perempuan, sembilan anak-anak, empat bayi, dan tujuh balita. Komposisi itu membuat kebutuhan layanan kesehatan dan pendampingan anak menjadi perhatian utama di posko.

Kak Na bersama Ketua DWP Aceh, didampingi Ketua TP PKK Aceh Selatan Nafisah Mirwan MS, berdialog dengan warga. Mereka memberikan dukungan agar pengungsi tetap bertahan sampai air surut.

"Tetap bersabar ya bu, pak. Insya Allah banjir segera surut agr bapak dan ibu bisa segera kembali ke rumah masing-masing, beraktifitas seperti sediakala dan anak-anak bisa kembali bersekolah dan bermain seperti biasa," kata Kak Na berpesan.

Tinjau Dapur Umum, Bantu Bungkus Nasi

Di dapur umum, Kak Na melihat langsung aktivitas petugas yang menyiapkan makanan bagi pengungsi. Ia turut membantu membungkus nasi yang akan dibagikan kepada warga.

Sebelum meninggalkan lokasi, ia mengingatkan para petugas menjaga kondisi fisik selama menjalankan tugas kemanusiaan. Beban kerja di posko dinilai tinggi karena harus memantau kebutuhan sekaligus kondisi kesehatan pengungsi.

"Tetap semangat dalam menjalankan tugas, meski berkeeajiban memmantau kebutuhan dan kondisi kesehatan warga terdampak, bapak dan ibu petugas juga harus selalu menjaga kesehatan, minum multivitamin biar tetap fit, semangat ya," ucap Kak Na.

Bantuan Pemerintah Aceh yang disalurkan dalam kunjungan itu menjadi pasokan tambahan bagi posko. Penanganan pengungsi Lhok Raya masih bergantung pada kondisi cuaca dan surutnya air di permukiman warga.

Reporter: Ragil
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top