BPMA dan PGE Tinjau Wilayah Kerja B, Mawardi Nur Tegaskan 3 Agenda Percepatan Produksi Migas Aceh

Penulis: Saiful  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:31:31 WIB
Kepala BPMA Mawardi Nur bersama jajaran meninjau titik operasional Wilayah Kerja B di Aceh Utara.

ACEH UTARA — Kunjungan lapangan BPMA bersama BOC dan BOD PT Pema Global Energi (PGE) menyasar sejumlah titik operasional di Wilayah Kerja B. Selain Kepala BPMA Mawardi Nur, hadir Deputi Dukungan Bisnis BPMA Edy Kurniawan dan Komisaris Utama PGE Sunny Ikbal beserta jajaran komisaris.

Dari sisi operator, Direktur Utama PGE Firdaus Noezula, General Manager PGE Andika Mahardika, dan tim teknis operasional Wilayah Kerja B di Point A turut mendampingi. Manager Migas, Minerba dan EBTKE PT PEMA Perseroda, Al Maiyani, juga hadir bersama bidang teknis BPMA.

Tiga Agenda yang Dikejar BPMA

Mawardi Nur menyebut ada tiga agenda utama yang menjadi perhatian pihaknya setelah dirinya dilantik. Pertama, percepatan pengelolaan sumur minyak masyarakat. Kedua, peningkatan lifting migas. Ketiga, penguatan peran pelaku usaha lokal dan sumber daya manusia Aceh.

Menurut Mawardi, ketiga agenda tersebut tidak bisa dikerjakan setengah hati. Ia menyatakan upaya ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM untuk mengoptimalkan potensi hulu migas di Aceh.

"Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM untuk mengoptimalkan potensi hulu migas di Aceh, sehingga sumber daya alam dapat dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional," ujar Mawardi.

Lima Aspek yang Ditekankan di Lapangan

Dalam kunjungan itu, Mawardi merinci lima aspek utama yang harus dijaga seluruh pihak. Aspek pertama dan kedua menyangkut keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, keandalan produksi, serta disiplin program kerja.

Aspek berikutnya mencakup tata kelola dan keandalan data, peningkatan manfaat bagi daerah, serta penguatan koordinasi untuk menyelesaikan hambatan operasional. Kelima aspek itu disebut Mawardi sebagai syarat agar target produksi bisa dikejar tanpa mengorbankan keselamatan.

BPMA juga terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk mengawal tindak lanjut penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sumur minyak masyarakat. Selain itu, BPMA mendorong KKKS agar kegiatan operasional memberi manfaat nyata lewat keterlibatan tenaga kerja, kontraktor lokal, dan program pemberdayaan yang tepat sasaran.

PGE Sebut Kunjungan Lapangan Bantu Petakan Tantangan Riil

Direktur Utama PGE Firdaus Noezula menilai kunjungan lapangan memberi kesempatan bagi manajemen dan regulator melihat langsung kondisi operasional. Menurutnya, langkah itu membantu memahami tantangan yang dihadapi tim di lapangan.

"Bagi kami, ada tiga hal penting, yaitu profesionalisme dengan mengutamakan keselamatan dan lingkungan, kolaborasi dan sinergi dengan BPMA, serta memastikan keberadaan PGE memberikan dampak nyata bagi masyarakat Aceh," ungkap Firdaus.

Ia menegaskan keberhasilan PGE tidak hanya diukur dari capaian operasional, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan daerah. Firdaus kemudian mengutip petuah bijak di kalangan masyarakat Aceh soal pentingnya meninggalkan jejak kebaikan untuk generasi berikutnya.

"Get ta peubuet, get beunalah, nyang get takubah keu aneuk cucoe, menyoe han tinggai meubayyinah, panena leumah geutanyoe awai na," ujarnya.

Petuah itu bermakna ajakan berbuat baik dan mempertahankan yang benar, sekaligus pengingat agar setiap kebaikan meninggalkan bukti bagi anak cucu. Melalui kunjungan tersebut, BPMA dan PGE menyatakan komitmen memperkuat sinergi dalam mengoptimalkan produksi migas, menjaga keselamatan dan lingkungan, serta meningkatkan kontribusi industri hulu migas bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Reporter: Saiful
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top