Gubernur Aceh Minta 23 Bupati-Wali Kota Siaga Banjir dan Longsor, BMKG Prediksi Hujan Naik hingga Desember 2026

Penulis: Saiful  •  Kamis, 17 September 2026 | 20:45:31 WIB

BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menempatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi sebagai prioritas menghadapi tiga bulan ke depan. Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi menyatakan langkah itu perlu diambil untuk mengantisipasi dampak peningkatan curah hujan.

“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis (17/9/2026).

Surat gubernur menyasar seluruh kepala daerah kabupaten dan kota di Aceh. Instruksi utamanya: memperkuat kesiapsiagaan di wilayah masing-masing dengan mengacu pada prediksi BMKG.

Peta Risiko: Wilayah Hujan Rendah dan Hujan Tinggi Dibedakan

BMKG membagi langkah kesiapsiagaan berdasarkan kondisi curah hujan yang diprediksi di tiap wilayah. Daerah dengan curah hujan rendah diminta melakukan penghematan dan konservasi air.

Warga di kawasan tersebut juga diarahkan memperbaiki kebocoran serta membangun sarana resapan seperti biopori, sumur resapan, dan embung. Sektor pertanian diminta menyesuaikan diri dengan varietas tahan kering.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan masuk dalam daftar langkah yang disarankan untuk wilayah curah hujan rendah.

Banjir dan Longsor Jadi Ancaman Utama di Kawasan Hujan Tinggi

Daerah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diminta lebih mewaspadai risiko banjir dan dampak turunannya. Langkah pertama yang disarankan adalah membersihkan lingkungan dan drainase melalui gotong royong.

Warga juga diminta menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi dokumen penting dan kebutuhan dasar. Instalasi listrik serta barang berharga perlu diamankan sebelum kondisi memburuk.

Pemantauan informasi peringatan dini BMKG menjadi kewajiban, termasuk bersiap melakukan evakuasi apabila kondisi mengharuskan.

Tanah di Kawasan Bekas Bencana Dinilai Belum Kokoh

Peringatan itu kembali disampaikan setelah Gubernur Mualem sebelumnya mengingatkan masyarakat mewaspadai bencana memasuki musim hujan. Imbauan itu muncul menyusul banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh.

Nurlis menyebut kondisi tanah di sejumlah kawasan yang pernah dilanda bencana hidrometeorologi setahun lalu masih perlu diwaspadai.

“Pak Gubernur menyampaikan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” ujarnya.

Sinergi Lintas Instansi Jadi Kunci Respons Cepat

Pada 3 September 2026, Mualem juga mengingatkan bahwa musim hujan dapat meningkatkan risiko banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah Aceh.

Untuk menghadapi potensi tersebut, gubernur menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda Aceh, TNI dan Polri, instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.

Kolaborasi itu diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons ketika bencana terjadi, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas.

Reporter: Saiful
Sumber: masakini.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top