NASA-IBM Rilis Lunar Foundation Model, AI Open Source Pemetaan Bulan

Penulis: Saiful  •  Senin, 14 September 2026 | 18:16:02 WIB
NASA dan IBM merilis Lunar Foundation Model, model AI open source untuk pemetaan permukaan Bulan.

ACEH — Peluncuran ini menambah deretan model foundation yang dikembangkan kedua institusi, setelah sebelumnya merilis Prithvi untuk observasi Bumi dan Surya untuk pemantauan cuaca antariksa.

Data Latih dari Misi Antariksa Selama 17 Tahun

Lunar Foundation Model dilatih menggunakan citra Bulan beresolusi tinggi dan data terrain. Sumber utamanya adalah Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) NASA yang telah mengumpulkan data selama 17 tahun terakhir.

Data tambahan berasal dari misi GRAIL (Gravity Recovery and Interior Laboratory) dan Lunar Prospector milik NASA, serta SELENE/Kaguya milik badan eksplorasi antariksa Jepang JAXA.

Kepala Petugas Data Sains sekaligus Pejabat Kepala Petugas Data dan AI di Kantor Pusat NASA, Kevin Murphy, menyebut volume data yang diolah mencapai satuan petabyte.

"NASA telah menghabiskan puluhan tahun membangun catatan ilmiah yang luar biasa tentang Bulan, tetapi mengumpulkan data hanyalah sebagian dari pekerjaan. Kita juga harus membuat data lebih mudah dieksplorasi dan digunakan oleh para ilmuwan," kata Murphy, dikutip dari situs resmi NASA, Kamis (10/7).

Deteksi Es dan Kawah untuk Pangkalan Bulan

Sebagai alat pemetaan, model ini memungkinkan peneliti mengidentifikasi kawasan endapan es, kawah, dan formasi vulkanik di permukaan Bulan. Penelitian soal es menjadi perhatian utama karena keberadaannya menandakan potensi air dan oksigen.

Kedua sumber daya itu krusial untuk mendukung pangkalan Bulan di masa depan sekaligus menjadi batu loncatan eksplorasi Mars. Dengan model ini, peneliti dapat lebih cepat menyusun strategi mengevaluasi permukaan Bulan yang kasar dan memahami masa lalu geologisnya.

Terbuka untuk Publik via Hugging Face dan GitHub

NASA-IBM Lunar Foundation Model di-hosting secara publik di Hugging Face. Siapa pun bisa menggunakannya, sementara kode sumber lengkap tersedia di GitHub untuk pengujian dan eksperimen.

Model ini menjadi contoh nyata open science yang menyatukan ahli dari NASA, industri, dan akademisi. Tim sains yang dibentuk Markas Besar NASA melibatkan peneliti dari Universities Space Research Association di Huntsville (Alabama), SETI Institute di Silicon Valley (California), University of Maryland Baltimore County, Howard University (Washington, D.C.), Divisi Ilmu Planet Direktorat Misi Sains NASA, NASA Ames, dan NASA Goddard.

Peluncuran ini merupakan bagian dari strategi Kantor Kepala Petugas Data Sains NASA yang bertujuan memanfaatkan AI untuk mengeksplorasi Bumi dan tata surya. Setelah Bulan, pendekatan serupa kemungkinan menyasar target eksplorasi berikutnya.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top