ACEH — PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) selaku Agen Pemegang Merek Mazda di Indonesia membawa The All-New Mazda 6e Fastback ke ajang BCA Autoshow Yogyakarta 2026 yang berlangsung 10–13 September di Plaza Ambarrukmo. Model ini jadi penanda arah elektrifikasi Mazda di pasar lokal, tanpa melepas karakter desain dan pengalaman berkendara yang jadi identitas merek asal Jepang tersebut.
Menariknya, 6e Fastback tidak dipamerkan secara fisik di booth. Mazda lebih memilih memperkenalkan model ini lewat informasi harga dan varian warna, sebagai gambaran portofolio mereka menuju era listrik.
World Car Awards menobatkan Mazda 6e Fastback sebagai 2026 World Car Design of the Year. Ini jadi penghargaan World Car Design of the Year ketiga bagi Mazda, sekaligus World Car Award kelima yang diraih pabrikan itu sepanjang sejarah ajang tersebut.
Desain eksterior fastback jadi daya tarik utama. Mazda mempertahankan bahasa desain yang emosional, tapi mengadopsi pendekatan lebih modern dan minimalis. Pendekatan ini menempatkan 6e Fastback bukan sekadar kendaraan listrik, melainkan representasi pengalaman berkendara khas Mazda di era mobilitas baru.
Untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY, The All-New Mazda 6e Fastback dibanderol Rp 909,9 juta on the road. Konsumen bisa memilih enam pilihan warna:
Untuk pilihan warna premium, konsumen dikenakan tambahan biaya Rp 4 juta.
Selain memperkenalkan 6e Fastback, Mazda membawa tiga model yang bisa dilihat langsung pengunjung BCA Autoshow Yogyakarta 2026.
The All-New Mazda CX-5 hadir sebagai generasi ketiga SUV global Mazda dengan pendekatan "Succession and Evolution". Model ini tersedia dalam varian Sport Edition dan Kuro Edition dengan harga OTR Jawa Tengah masing-masing Rp 619,8 juta dan Rp 719,8 juta.
The New Mazda CX-30 jadi model penting karena merupakan Mazda pertama yang dirakit lokal di Indonesia dengan metode Completely Knocked Down (CKD). Model ini dibanderol Rp 518,8 juta OTR Jawa Tengah.
Untuk segmen SUV premium, Mazda CX-60 Sport menawarkan karakter berbeda lewat konfigurasi penggerak roda belakang atau Rear-Wheel Drive (RWD), dengan harga OTR Jawa Tengah Rp 748,8 juta.
Yogyakarta dinilai punya potensi pasar menarik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY menunjukkan perekonomian daerah ini tumbuh 5,75% secara tahunan pada triwulan II 2026.
Laporan Perekonomian D.I. Yogyakarta Mei 2026 dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan D.I. Yogyakarta mencatat konsumsi rumah tangga sebagai komponen terbesar dalam struktur perekonomian daerah, dengan pangsa 60,91%. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,02% secara tahunan pada triwulan I 2026.
Kontribusi Jawa Tengah dan DIY terhadap penjualan Mazda secara nasional mencapai sekitar 11% hingga Agustus 2026. Angka ini jadi landasan Mazda terus menghadirkan produk relevan bagi konsumen di kawasan tersebut, dengan preferensi yang mencakup berbagai karakter produk, dari hatchback hingga SUV.
"Yogyakarta memiliki karakter konsumen yang beragam, dan hal ini sejalan dengan pendekatan Mazda dalam menghadirkan produk dengan karakter yang berbeda. Melalui BCA Autoshow Yogyakarta 2026 kali ini, kami ingin memperlihatkan bagaimana setiap model memiliki pendekatan dan proposisi masing-masing, sekaligus memberikan pilihan yang lebih relevan bagi masyarakat di Yogyakarta," ujar Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.