385 Pengurus Koperasi Syariah se-Aceh Tenggara Ikuti Diklat Perkoperasian, Digelar Sembilan Angkatan

Penulis: Sutomo  •  Senin, 07 September 2026 | 21:31:02 WIB
Sekretaris Daerah Aceh Tenggara Yusrizal membuka Pendidikan dan Latihan Perkoperasian bagi 385 pengurus koperasi syariah di Kutacane.

KUTACANE — Sebanyak 385 pengurus koperasi syariah dari seluruh Kabupaten Aceh Tenggara mengikuti Pendidikan dan Latihan Perkoperasian yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Transmigrasi. Pelatihan yang terbagi dalam sembilan angkatan ini dibuka Sekretaris Daerah setempat, Yusrizal, di Kantor Dinas Koperasi setempat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Transmigrasi. Salah satu fokus utamanya mendukung percepatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Target Pelatihan: Koperasi Aktif, Bukan Sekadar Struktur

Yusrizal menekankan keberadaan koperasi tidak cukup diukur dari terbentuknya struktur kepengurusan. Menurutnya, yang lebih penting adalah sejauh mana koperasi mampu berjalan aktif, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.

“Koperasi harus dikelola dengan penuh amanah, transparan dan akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan yang baik kepada anggota. Mari kita bangun koperasi yang benar-benar hidup dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Ia juga berharap koperasi syariah di Aceh Tenggara dapat tumbuh secara mandiri dan sehat. Keberadaan lembaga ini dinilai menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Materi Pelatihan: dari Pengelolaan Keuangan hingga Strategi Usaha

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tenggara, Zulfahmy, menyebut pelatihan ini menyasar ketua koperasi. Tujuannya meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan pengelolaan koperasi di desa masing-masing.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi, khususnya bagi ketua koperasi dalam memimpin dan mengelola koperasi di desa masing-masing,” jelasnya.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan koperasi, pemetaan peluang usaha, pengelolaan keuangan, serta strategi agar koperasi dapat berjalan aktif dan berkembang. Para peserta diminta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, terutama dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan usaha.

Implementasi Ilmu di Desa Menjadi Kunci Keberhasilan

Zulfahmy berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Dengan begitu, koperasi di masing-masing wilayah dapat berkembang dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta pelatihan.

Reporter: Sutomo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top