Menurut Aminullah, geliat usaha kecil dari pengusaha muda maupun masyarakat kini semakin terlihat. Namun, semangat itu kerap terbentur akses permodalan dan keterbatasan tempat usaha.
"UMKM terbukti mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi masalahnya pelaku UMKM sering terkendala permodalan," kata sosok yang akrab disapa Pak Amin tersebut.
Aminullah menilai anak muda memiliki semangat berwirausaha yang tinggi. Tanpa dukungan modal dan lokasi yang layak, perkembangan usaha mereka tidak akan maksimal.
"Anak muda punya semangat, namun mereka perlu dukungan modal usaha dan ruang untuk berbisnis," lanjutnya.
Ia berharap Pemerintah Aceh memberikan perhatian lebih serius kepada pelaku UMKM. Langkah ini dinilai penting untuk menjawab persoalan kemiskinan dan pengangguran, termasuk di Kota Banda Aceh.
Aminullah mencontohkan Banda Aceh yang berstatus kota dagang dan jasa. Karena itu, kebijakan ekonominya semestinya berbeda dengan daerah lain.
"Sudah saatnya UMKM yang ada saat ini ditingkatkan lagi, caranya dengan memberikan program penunjang usaha seperti penyediaan alat usaha dan ruang atau tempat," tandasnya.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat bisa semakin banyak. Aminullah menambahkan, masih ada ratusan calon pedagang di Banda Aceh yang menanti peran pemerintah menyediakan ruang representatif untuk mengembangkan usaha.
Memajukan UMKM tidak cukup sekadar memberikan modal. Menurut mantan Direktur Utama Bank Aceh ini, pemerintah juga perlu memastikan produk pelaku usaha terserap pasar.
"Saya pikir pemerintah harus mampu melihat peluang dengan even, misalnya memperbanyak menggelar festival budaya, pariwisata, dan olahraga," demikian Aminullah.
Aminullah sebelumnya pernah menjabat Wali Kota Banda Aceh. Ia dikenal aktif mendorong sektor ekonomi kerakyatan di ibu kota Provinsi Aceh.