ACEH — Persaingan flagship awal 2026 menghadirkan dua pendekatan yang bertolak belakang. Samsung Galaxy S26 Ultra adalah penerus lini Ultra dengan segala kelengkapan premium. Poco F8 Ultra mencoba menembus kelas atas lewat strategi harga agresif, ciri khas seri F sebelumnya. Perbandingan ini menggunakan data Kimovil untuk varian Global 12GB/256GB, ditambah analisis langsung terhadap spesifikasi resmi.
Keduanya menolak kompromi, tetapi memprioritaskan hal yang berbeda. Samsung menyuguhkan pengalaman flagship menyeluruh. Poco membidik pengguna yang menginginkan spesifikasi tinggi dengan budget lebih hemat.
Kedua ponsel memakai panel AMOLED 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz. Galaxy S26 Ultra mengusung Dynamic AMOLED 2X beresolusi WQHD+ (1.440 x 3.088 piksel, kerapatan 494 ppi). Poco F8 Ultra masih berada di resolusi QHD (1.200 x 2.608 piksel, 416 ppi).
Poco unggul di kecerahan puncak. Kimovil mencatat layarnya menembus 3.500 cd/m², sedangkan Samsung 2.600 cd/m². Di bawah sinar matahari langsung, Poco lebih nyaman dipandang. Namun ketajaman teks dan detail gambar tetap milik Samsung berkat resolusi yang lebih tinggi.
Keduanya ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 fabrikasi 3nm, CPU octa-core, GPU Adreno 840, dan RAM LPDDR5X 12GB. Spesifikasi di atas kertas identik, tetapi hasil AnTuTu v11 di Kimovil menunjukkan kesenjangan. Samsung mencatat 4.027.702 poin, unggul sekitar 230 ribu poin atas Poco yang meraih 3.797.111.
Selisih ini kemungkinan berasal dari optimasi software dan sistem pendingin Samsung yang lebih matang. Untuk pemakaian harian, gaming berat, atau multitasking, keduanya sama-sama mumpuni. Jika angka benchmark adalah prioritas, Galaxy S26 Ultra unggul.
Sektor ini menunjukkan perbedaan paling mencolok. Galaxy S26 Ultra membawa empat kamera belakang: utama 200MP aperture f/1.4, ultrawide 50MP, serta dua telefoto 10MP dan 50MP. Poco F8 Ultra hanya punya tiga kamera 50MP (utama, ultrawide, telefoto).
Skor kamera Kimovil menempatkan Samsung di angka 8,9, sedangkan Poco 8,2. Dua lensa telefoto memberi Samsung fleksibilitas zoom yang lebih baik. Menariknya, Poco unggul di kamera depan dengan sensor 32MP, mengalahkan Samsung yang hanya 12MP. Untuk selfie detail, Poco menang—tetapi untuk keseluruhan sistem kamera, Samsung masih juara.
Poco F8 Ultra unggul signifikan dengan baterai 6.500 mAh dan pengisian cepat 100W, plus dukungan wireless dan reverse charging. Samsung hanya membawa 5.000 mAh. Skor Kimovil untuk baterai: 8,1 untuk Poco, 7,2 untuk Samsung.
Untuk pengguna yang sering gaming, streaming, atau bekerja seharian di luar rumah, Poco jelas lebih menenangkan. Selisih 1.500 mAh terasa sangat berarti. Optimasi daya Samsung memang baik, tetapi perbedaan kapasitas ini sulit ditutup hanya dari software.
Meski baterainya jauh lebih kecil, Galaxy S26 Ultra hanya lebih ringan 4 gram dari Poco—214 gram berbanding 218 gram, dengan ketebalan identik 7,9 mm. Poco membawa sertifikasi IP68 dan IP69, lebih tinggi dari Samsung yang hanya IP68. Artinya, Poco lebih siap menghadapi cipratan air bertekanan tinggi, nilai plus untuk aktivitas di luar ruangan.
Skor keseluruhan Kimovil menempatkan Poco F8 Ultra dengan nilai cost-effective sempurna 10, sementara Samsung 9,2. Samsung unggul di kamera, konektivitas, dan performa mentah. Poco menang di baterai, kecerahan layar, dan ketahanan debu/air.
Pilih Samsung Galaxy S26 Ultra jika fotografi dan zoom berkualitas adalah prioritas utama, dan kamu menginginkan pengalaman flagship paling lengkap dengan brand value teruji. Pilih Poco F8 Ultra jika kamu menginginkan performa setara dengan baterai jauh lebih besar, layar lebih terang, dan tidak terlalu memedulikan hasil zoom atau prestise merek.
Keduanya bukan pilihan yang buruk. Ini murni soal keputusan: membayar lebih untuk keunggulan kamera Samsung, atau menghemat budget demi daya tahan baterai Poco yang sulit ditandingi.