ACEH — Keputusan ini merupakan periode kedua dari program pengembangan tambahan FIA yang dikenal sebagai Additional Development and Upgrade Opportunities (Aduo). Hasilnya sama dengan temuan pertama tiga bulan lalu, sebuah pukulan telak bagi tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut.
Padahal, Red Bull sempat berharap bisa diberi kelonggaran untuk mengembangkan mesin. Pasalnya, musim ini mereka kesulitan bersaing dengan Mercedes yang sudah memenangkan delapan dari dua belas seri yang berlangsung sejauh ini.
Program Aduo merupakan mekanisme baru yang diperkenalkan pada regulasi mesin hybrid 2026. Tujuannya memberi kesempatan bagi pabrikan yang tertinggal untuk mengejar ketertinggalan performa.
Namun, program ini menuai kontroversi. Meski Mercedes diyakini memiliki performa keseluruhan terbaik, FIA justru menilai mesin pembakaran internal Red Bull paling bertenaga. Padahal, sistem kelistrikan yang menyumbang hampir 50 persen dari total performa tidak masuk dalam perhitungan.
Dalam pernyataan resminya, FIA menyebut Mercedes berada dalam "jendela 2-4 persen" di belakang mesin pembakaran terbaik. Sementara Audi, Ferrari, dan Honda tercatat "di atas 4 persen" dari standar tertinggi.
Artinya, Mercedes berhak melakukan satu kali upgrade tambahan pada 2026 dan satu lagi pada 2027. Audi, Ferrari, dan Honda masing-masing mendapat dua kesempatan pengembangan, sementara Red Bull tidak mendapatkan apa pun.
Nikolas Tombazis, direktur mobil single-seater FIA, menegaskan proses peninjauan berjalan menyeluruh dan transparan. Ia menyebut analisis yang dilakukan sangat kuat berdasarkan kualitas data yang tersedia.
"FIA telah melakukan analisis yang menyeluruh dan mendalam sebagai bagian dari proses peninjauan Aduo kami," ujar Tombazis. "Dengan dirilisnya temuan periode kedua, kami yakin analisis ini sangat kuat dan memberi kami tingkat keyakinan tinggi pada hasilnya."
Tombazis juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data dan kekayaan intelektual tim serta pabrikan mesin. Ia menambahkan, ini adalah tahun pertama program Aduo berjalan sehingga masih ada ruang evaluasi bersama semua pabrikan.
Keputusan ini menjadi ironi bagi Red Bull yang musim ini memulai era baru dengan membangun fasilitas desain dan manufaktur mesin sendiri. Mereka belum sekalipun meraih kemenangan sepanjang 2026, tertinggal jauh dari dominasi Mercedes.
Dengan tidak adanya izin upgrade, Red Bull harus bekerja ekstra keras memaksimalkan paket mesin yang ada. Sementara para pesaingnya mendapat kesempatan memperbaiki deficit tenaga mesin pembakaran mereka.
Pemeringkatan Aduo berikutnya dijadwalkan berlangsung setiap enam balapan sekali. Hasil periode ketiga baru akan diketahui setelah beberapa seri ke depan, dan bisa menjadi penentu arah persaingan di sisa musim.