Pemprov Aceh Usulkan Pembangunan Permanen 7 Jembatan dan Jalan Lesten di Gayo Lues ke Kementerian PU

Penulis: Ragil  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:12:01 WIB
Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan usulan pembangunan permanen tujuh jembatan dan Jalan Lesten kepada Kementerian PU di Jakarta.

GAYO LUES — Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan usulan tersebut langsung kepada sejumlah pejabat Kementerian PU di Jakarta pada Senin (24/8/2026). Pertemuan itu membahas titik-titik infrastruktur yang dinilai mendesak untuk ditangani secara permanen pascabencana.

Fadhullah menegaskan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten menjadi kunci agar proses pemulihan infrastruktur bisa berjalan lebih cepat. Menurutnya, pembangunan kembali infrastruktur bukan sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga menjamin keselamatan warga dan kelancaran distribusi logistik.

"Memperkuat sinergi sangat penting untuk mempercepat pergerakan pemulihan daerah yang terdampak bencana," kata Fadhullah dikutip dari situs resmi Pemprov Aceh, Selasa (25/8/2026).

Daftar Jembatan yang Diusulkan Dibangun Permanen

Usulan pembangunan permanen mencakup delapan titik jembatan dengan bentang bervariasi. Berikut rinciannya:

  • Jembatan Aih Bobo dan Jembatan Kendawi dengan bentang masing-masing 80 meter.
  • Jembatan Rerebe di Tripe Jaya dan Jembatan Pintu Rime dengan bentang masing-masing 180 meter.
  • Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya serta Jembatan Simpang Kenyaran–Aih Ilang dengan bentang masing-masing 80 meter.
  • Jembatan Lesten dengan bentang 120 meter.

Selain jembatan, Pemerintah Aceh dan Pemkab Gayo Lues juga mengusulkan pembangunan Jalan Lesten sepanjang 10,7 kilometer. Jalan ini menjadi akses vital bagi pergerakan warga dan distribusi barang di wilayah tersebut.

Tindak Lanjut Kunjungan Wakil Presiden ke Gayo Lues

Bupati Gayo Lues Suhaidi menyebut usulan ini merupakan tindak lanjut dari dua kali kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Gayo Lues. Dalam kunjungan itu, Wapres melihat langsung kondisi infrastruktur yang rusak dan meminta pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan mendesak kepada pemerintah pusat.

"Penanganan darurat sudah berjalan bertahap. Namun, pembangunan permanen perlu segera dimulai agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terus terhambat," ujar Suhaidi.

Infrastruktur Tangguh Jadi Kebutuhan Dasar Masyarakat

Fadhullah menambahkan, infrastruktur yang tangguh merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah rawan bencana seperti Gayo Lues. Ia berharap Kementerian PU dapat segera merespons usulan tersebut agar pembangunan bisa dimulai tanpa menunggu waktu lama.

"Kami mengusulkan demi pemulihan konektivitas, pemerataan pembangunan, dan keselamatan masyarakat Gayo Lues. Infrastruktur yang tangguh merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap Kementerian PU dapat segera merespons usulan ini," ujar Dek Fadh.

Suhaidi menegaskan, pascabencana hidrometeorologi, akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama Pemkab Gayo Lues. Pemulihan infrastruktur ini dinilai krusial agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan lancar, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kabupaten yang berada di dataran tinggi Aceh tersebut.

Reporter: Ragil
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top