KUTACANE — Jembatan Gantung Perintis Garuda di Desa Kumbang Jaya, Kabupaten Aceh Tenggara, hampir rampung. Pembangunan infrastruktur yang membentang 256 meter tersebut telah mencapai progres 97 persen dan kini memasuki tahap penyempurnaan, salah satunya dengan pengecatan.
Pengecatan dengan warna merah putih dikerjakan langsung oleh anggota Satgas Jembatan Gantung Perintis Kodim 0108/Agara bersama tim las dan masyarakat setempat. Pekerjaan ini bukan sekadar mempercantik tampilan, tetapi juga untuk menjaga konstruksi agar lebih rapi dan representatif sebelum dinyatakan layak digunakan.
Serma Karmadi menyebut pengecatan merupakan salah satu tahapan penting dalam penyelesaian pembangunan. Pihaknya bersama warga terus berupaya menyelesaikan setiap pekerjaan dengan maksimal.
“Pengecatan ini merupakan salah satu tahapan penyelesaian pembangunan. Kami bersama masyarakat terus berupaya menyelesaikan setiap pekerjaan dengan sebaik mungkin sehingga jembatan ini nantinya dapat dimanfaatkan dan memberikan manfaat bagi warga,” ujar Serma Karmadi.
Selain pengecatan, sejumlah pekerjaan penyempurnaan lain masih terus dikerjakan untuk memastikan seluruh bagian jembatan selesai sesuai kebutuhan di lapangan.
Jembatan Gantung Perintis Garuda memiliki bentangan sekitar 256 meter dengan lebar 1,2 meter. Jarak antarpylon mencapai 225 meter, sementara jarak dari pylon menuju bandul sekitar 16 meter.
Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menjadi faktor penting percepatan pengerjaan. Warga tidak hanya membantu di lapangan, tetapi juga menunjukkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang kelak digunakan bersama.
Sejak awal, proses pengerjaan dimulai dari pondasi, pemasangan rangka, tali sling, lantai jembatan, hingga pekerjaan penyempurnaan. Semua dikerjakan secara gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Bagi masyarakat Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya, jembatan ini menjadi harapan baru untuk mendapatkan akses yang lebih mudah dan aman. Mobilitas sehari-hari, termasuk menuju tempat bekerja dan mengangkut hasil pertanian, diharapkan semakin lancar.
Salah seorang warga yang turut bergotong royong mengungkapkan rasa syukurnya karena pembangunan hampir selesai.
“Kami sangat bersyukur melihat pembangunan jembatan ini sudah hampir selesai. Dari awal sampai sekarang masyarakat ikut melihat dan membantu proses pembangunannya. Kami berharap setelah selesai nanti jembatan ini benar-benar dapat memberikan manfaat besar bagi warga,” ungkapnya.
Dengan akses yang lebih baik, distribusi hasil pertanian dan perkebunan diharapkan semakin lancar. Aktivitas warga menjadi lebih efisien dan hubungan sosial ekonomi antarwilayah kian erat.
Kegiatan gotong royong ini menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan infrastruktur akan lebih kuat jika didukung semangat kebersamaan. Kehadiran TNI tidak hanya diwujudkan melalui pekerjaan fisik, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat agar hasil pembangunan menjadi kepentingan bersama.
Setelah seluruh pekerjaan penyempurnaan selesai dan melalui proses pemeriksaan kelayakan, Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan segera beroperasi. Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar penghubung dua sisi wilayah, melainkan simbol harapan dan kemudahan akses untuk masa depan yang lebih baik.