Dua Santri Dayah Insan Qurani Aceh Besar Raih Juara II Public Speaking Tingkat MA Se-Aceh, Nilai Hanya Terpaut 0,8 Poin

Penulis: Yasir  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:41:31 WIB
Dua santri Dayah Insan Qurani Aceh Besar menerima penghargaan juara II pada Lomba Public Speaking tingkat MA se-Aceh.

BANDA ACEH — Patria Briliyan Amin dan Syathira Aleta Rasha, dua santri Dayah Insan Qurani (IQ), berhasil membawa pulang gelar juara kedua pada Lomba Public Speaking Tahun 2026 tingkat Madrasah Aliyah (MA) se-Aceh. Kompetisi yang digelar Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini berlangsung selama tiga hari di Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar, sejak 22 hingga 24 Agustus 2026.

Pada kategori putra, Patria Briliyan Amin mencatatkan nilai impresif 94,20. Sementara rekannya, Syathira Aleta Rasha, mengumpulkan 93,50 untuk kategori putri.

Bersaing Ketat, Selisih Nilai di Bawah Satu Poin

Perolehan angka tersebut nyaris menyamai para juara bertahan. Ahmad Syakir Mubarak dari Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee dinobatkan sebagai juara pertama putra dengan nilai 95,00, unggul tipis 0,8 poin dari Patria.

Untuk kategori putri, Cut Alisa Maharani dari Pesantren Modern Al Manar merebut posisi puncak dengan skor 94,00. Adapun posisi ketiga pada kedua kategori diraih oleh Fais Hafiz dan Zahratus Shulfi ZT dari Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) dengan nilai kembar 91,50.

Pimpinan Dayah: Prestasi Ini Buah Ketekunan Santri

Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz H. Muzzakir Zulkifli, S.Ag., tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menilai pencapaian ini merupakan hasil kerja keras para santri dalam menempa diri di asrama.

"Alhamdulillah, di ajang Lomba Public Speaking Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Dayah Aceh, kedua santri utusan dari dayah kita sangat membanggakan. Keduanya meraih juara II untuk tingkat MA baik kategori putra maupun putri," ujar Muzakkir, Senin (24/8/2026).

Muzakkir berharap torehan ini mampu menyalakan semangat santri lainnya. "Torehan kedua santri ini semoga menjadi motivasi bagi adik-adik mereka yang masih duduk di jenjang MTs dan MA, baik putra maupun putri, untuk terus membawa harum nama Dayah Insan Qurani," tuturnya.

Kadis Pendidikan Dayah: Santri Harus Mampu Berdakwah di Tengah Masyarakat

Malam penganugerahan pada Minggu (23/8/2026) menjadi momentum refleksi bagi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin Thahir, S.Pd.I., M.Pd.I. Menurutnya, esensi lomba ini jauh melampaui sekadar piala dan selebrasi di atas panggung.

Muhsin menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum adalah bekal hidup yang krusial bagi santri. Di era modern, santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama di ruang kelas, tetapi juga lihai menyampaikannya kepada publik.

"Public speaking ini penting bagi santri karena nantinya mereka akan berhadapan langsung dengan masyarakat. Santri harus mampu menyampaikan ilmu, berdakwah, menyampaikan gagasan, dan menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat," ungkap Muhsin di hadapan para peserta.

Ia menambahkan, menata kata dan menyampaikan gagasan bukan sekadar modal nekat. Di dalamnya ada seni menyusun ide, ketepatan memilih diksi, serta cara membangun rasa percaya diri agar pesan kebaikan bisa meresap ke hati pendengar.

"Santri harus berani berbicara, tetapi juga harus memiliki substansi dalam apa yang disampaikan. Keberanian harus diikuti dengan ilmu, akhlak, dan kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang baik," tegas Muhsin.

Pihak dinas berharap kemampuan komunikasi yang persuasif ini menjadi jembatan bagi generasi muda Aceh untuk mengambil peran strategis. Alumni dayah ke depan diharapkan siap berdiri di garis depan sebagai pemimpin, pendidik, dan penggerak kemajuan masyarakat.

Reporter: Yasir
Sumber: portalsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top