ACEH — Prediksi Michael Owen untuk musim baru Liga Inggris langsung memicu perdebatan. Saat banyak pihak sibuk membicarakan perombakan besar di beberapa klub papan atas, Owen justru melihat stabilitas sebagai kunci utama perebutan gelar.
Menurutnya, Arsenal tidak melakukan perubahan fundamental dan itu menjadi modal berharga. Di sisi lain, Manchester City harus memulai era baru tanpa sosok yang selama ini menjadi otak di balik dominasi mereka.
"Mereka adalah tim yang sangat stabil dengan kiper dan lini pertahanan yang tangguh; saya rasa performa mereka tidak akan tiba-tiba merosot," ujar Owen dalam siniar The Good, The Bad & The Football seperti dilansir Metro.
Mantan pemain Timnas Inggris itu menilai The Gunners akan konsisten mengumpulkan poin tinggi sepanjang musim. Meski mungkin tidak akan menyentuh rekor poin milik Manchester City atau Liverpool di masa lalu, Owen yakin tidak ada tim lain yang sanggup menandingi konsistensi Arsenal.
Kepergian Pep Guardiola menjadi sorotan utama jelang musim baru. Owen menegaskan bahwa menggantikan sosok sebesar Guardiola bukanlah tugas yang ringan, dan sejarah membuktikan banyak klub justru terpuruk setelah ditinggal pelatih legendarisnya.
"Bukan hal mudah untuk meneruskan jejak para manajer hebat itu. Saya tidak yakin ada banyak kisah sukses, jadi ini bisa menjadi tantangan sangat berat bagi Enzo Maresca," kata Owen.
Manchester United yang kehilangan Sir Alex Ferguson dan Arsenal pasca-Arsene Wenger disebut Owen sebagai contoh nyata bagaimana masa transisi bisa berjalan sangat sulit. Ia pun tak ragu menyebut kondisi skuad Man City saat ini tidak sekokoh yang dulu.
"Dan mari kita bicara apa adanya: Man City saat ini bukanlah tim yang luar biasa. Banyak perubahan terjadi di klub itu," tegasnya.
Persaingan musim ini juga diwarnai perubahan besar di sejumlah tim lain. Liverpool akan dinakhodai Andoni Iraola, sementara Chelsea menyerahkan racikan taktiknya kepada Xabi Alonso.
Manchester United justru mengambil jalur berbeda dengan mempermanenkan Michael Carrick sebagai pelatih. Namun, ujian sesungguhnya bagi Setan Merah adalah kedalaman skuad, mengingat mereka akan bermain di empat kompetisi: Liga Champions, Liga Inggris, Piala FA, dan Carabao Cup.