Drama Kolosal Laksamana Keumalahayati dari MTsN 10 Bireuen Pukau Ribuan Warga Makmur di Malam HUT RI

Penulis: Fajar  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:22:31 WIB
Ribuan warga menyaksikan drama kolosal Laksamana Keumalahayati yang dipentaskan siswa MTsN 10 Bireuen pada malam HUT ke-81 RI di halaman kantor camat Makmur.

BIREUEN — Panggung sederhana di halaman kantor camat berubah menjadi medan laga tempo dulu. Ribuan pasang mata warga Makmur tak berkedip menyaksikan para siswa MTsN 10 Bireuen menghidupkan kembali kisah Laksamana Keumalahayati, perempuan perkasa yang memimpin armada perang Inong Balee melawan penjajah Portugis dan Belanda.

Pementasan yang berlangsung Selasa (18/8/2026) malam itu menjadi suguhan istimewa di tengah rangkaian acara HUT ke-81 RI. Di bawah arahan sutradara Muliana, S.Pd., para pelajar tampil total menghadirkan adegan demi adegan pertempuran laut yang dramatis.

Perjuangan Perempuan Aceh yang Jarang Diangkat

Yang membuat penampilan ini berbeda, kisah yang diangkat bukanlah pertempuran umum yang kerap dipentaskan. Drama ini justru menyorot peran Laksamana Keumalahayati, sosok perempuan pejuang yang memimpin pasukan perang, sebuah tema yang jarang dieksplorasi dalam perayaan kemerdekaan di tingkat kecamatan.

Keberanian MTsN 10 Bireuen mengangkat tema ini mendapat sambutan hangat. Warga yang memadati lokasi acara tampak larut dalam alur cerita, sesekali terdengar tepuk tangan riuh saat adegan heroik diperagakan.

Malam Kesenian yang Berbeda dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Penampilan drama kolosal ini menjadi pembeda dari perayaan HUT RI di Makmur yang biasanya hanya diisi dengan lomba-lomba rakyat dan musik organ tunggal. Kehadiran teater sejarah membawa nuansa edukatif yang kuat bagi generasi muda.

Para orang tua yang hadir mengaku bangga melihat anak-anak mereka mampu membawakan peran dengan penghayatan yang mendalam. Mereka berharap pementasan serupa bisa menjadi agenda rutin tahunan, bukan hanya sekadar seremonial belaka.

Dampak bagi Siswa dan Dunia Pendidikan di Bireuen

Bagi para siswa MTsN 10 Bireuen, pengalaman bermain peran sebagai tokoh sejarah nasional menjadi pelajaran berharga di luar kelas. Mereka tidak hanya belajar tentang sejarah, tetapi juga melatih keberanian tampil di depan umum dan mengasah kemampuan seni peran.

Keberhasilan pementasan ini diharapkan dapat memicu madrasah dan sekolah lain di Bireuen untuk lebih kreatif dalam mengisi kegiatan hari besar nasional. Drama sejarah terbukti mampu menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan dengan cara yang lebih hidup dan membekas.

Reporter: Fajar
Sumber: kabarbireuen.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top