ACEH — Gempa yang mengguncang Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) meninggalkan dampak signifikan pada infrastruktur kelistrikan di sejumlah titik. Setelah memastikan sistem kelistrikan utama kembali menyala, PLN kini memprioritaskan pemulihan di daerah terpencil yang aksesnya lebih sulit.
Perusahaan listrik pelat merah itu menurunkan tim khusus untuk berkoordinasi dengan aparat setempat dan melakukan asesmen langsung ke lapangan. Langkah ini ditempuh agar proses penyambungan kembali aliran listrik bisa berjalan cepat dan tepat sasaran.
Tim teknis PLN bergerak ke lokasi-lokasi yang selama ini menjadi perhatian utama, terutama daerah yang terisolir akibat infrastruktur jalan yang rusak. Kondisi geografis Flores yang berbukit dan tersebar membuat proses evakuasi serta perbaikan jaringan membutuhkan waktu lebih lama.
Meski sistem kelistrikkan utama telah pulih, sejumlah gardu distribusi dan jaringan tegangan menengah di pedalaman masih harus diperbaiki. PLN memastikan seluruh sumber daya yang ada dikerahkan untuk mempercepat pemulihan total.
Dalam proses pemulihan ini, PLN tidak bekerja sendiri. Tim di lapangan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memetakan wilayah mana saja yang belum mendapatkan aliran listrik.
Prioritas diberikan pada fasilitas publik seperti puskesmas, sekolah, dan tempat pengungsian. PLN menargetkan seluruh wilayah terdampak bisa kembali teraliri listrik dalam waktu secepatnya, menyusul normalisasi sistem kelistrikan utama Flores yang sudah berjalan.
Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional, terutama di wilayah timur Indonesia yang kerap menghadapi tantangan geografis. Masyarakat di daerah terpencil pun diharapkan bisa segera beraktivitas normal kembali setelah aliran listrik pulih sepenuhnya.