Warga Cukanggalih Tangerang Kibarkan Bendera Merah Putih 81 Meter di Curug untuk HUT ke-81 RI

Penulis: Fajar  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 00:39:30 WIB
Warga membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 81 meter dalam kirab memperingati HUT ke-81 RI di Curug, Tangerang.

ACEH — Kirab bendera raksasa itu menyusuri jalan utama Desa Cukanggalih pada Minggu pagi. Bendera sepanjang 81 meter tersebut dibentangkan bergantian oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga orang tua, sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap usia kemerdekaan Indonesia.

Panjang Bendera Jadi Simbol Usia Kemerdekaan

Angka 81 meter dipilih bukan tanpa alasan. Panjang tersebut merepresentasikan usia Republik Indonesia yang genap 81 tahun pada 17 Agustus 2026. Pemilihan angka ini menjadi pembeda dari perayaan serupa di daerah lain yang kerap menggunakan ukuran standar atau kelipatan tertentu.

Prosesi kirab berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional dan lantunan lagu-lagu perjuangan. Warga yang tidak ikut dalam barisan utama tampak berdiri di tepi jalan, sebagian merekam momen dengan ponsel, sebagian lainnya ikut bernyanyi.

Kirab Curug Tangerang Bukan Sekadar Seremonial

Kegiatan ini merupakan inisiatif mandiri warga yang digotong royongkan selama beberapa pekan terakhir. Menurut panitia, persiapan dilakukan dengan swadaya, mulai dari penjahitan bendera hingga pengaturan rute kirab yang melewati titik-titik strategis di desa.

Bagi warga, membentangkan bendera sepanjang 81 meter bukan sekadar memecahkan rekor atau mencari perhatian. Ini adalah cara mereka menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah generasi muda yang kian jauh dari nilai-nilai perjuangan.

Semangat Nasionalisme dari Desa untuk Indonesia

Kirab bendera raksasa ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya milik mereka yang berada di ibu kota. Di desa-desa seperti Cukanggalih, nasionalisme dirawat dengan cara sederhana namun penuh makna.

Suasana khidmat terasa ketika bendera Merah Putih melewati area persawahan dan pemukiman padat penduduk. Anak-anak yang ikut serta dalam barisan mendapat sorakan semangat dari para orang tua yang menyaksikan dari teras rumah.

Setelah menempuh rute sepanjang kurang lebih satu kilometer, kirab diakhiri dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai ungkapan syukur. Warga berharap tradisi serupa dapat terus dilestarikan pada perayaan kemerdekaan tahun-tahun mendatang, dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang lebih luas.

Reporter: Fajar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top