PCNU Aceh Barat Gelar Beut NU Warong Kupi Edisi Kemerdekaan RI ke-81, Dandim dan Pimpinan Dayah Jadi Pemateri

Penulis: Saiful  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:48:31 WIB
Dandim 0105 Aceh Barat dan pimpinan dayah menjadi pemateri dalam Beut NU Warong Kupi edisi Kemerdekaan RI ke-81 di Aceh Barat.

ACEH BARAT — PCNU Kabupaten Aceh Barat memanfaatkan warung kopi sebagai ruang dakwah kebangsaan lewat program Beut NU Warong Kupi edisi khusus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat nilai keislaman, persatuan, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah masyarakat.

Forum yang dikemas dalam suasana penuh kekeluargaan ini menghadirkan dua pemateri dari latar berbeda: unsur TNI dan pimpinan dayah. Kehadiran keduanya dalam satu panggung menjadi simbol sinergi antara ulama, umara, TNI, dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta membangun kehidupan yang religius dan harmonis.

Sinergi TNI dan Ulama dalam Satu Forum

Kapten Hermanto yang mewakili Dandim 0105 Aceh Barat menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara TNI, ulama, tokoh masyarakat, dan pemuda menjadi kekuatan penting dalam menjaga kondusivitas daerah sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air pada generasi muda.

Sementara itu, Waled Harmen Nuriqmar memberikan penguatan dari perspektif keislaman. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta menguatkan kualitas pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kontribusi Nyata

Ketua PCNU Kabupaten Aceh Barat, Dr. Tgk. H. Khairul Azhar, MA, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak cukup dirayakan lewat seremoni belaka. Menurutnya, kemerdekaan harus diterjemahkan dalam penguatan akhlak, pendidikan, persatuan, kepedulian sosial, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Para ulama dan santri memiliki sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, generasi hari ini harus melanjutkan perjuangan tersebut dengan cara mengisi kemerdekaan melalui ilmu, akhlak, persatuan dan pengabdian," ujar Khairul Azhar.

Ia menambahkan, warong kupi merupakan ruang perjumpaan masyarakat Aceh yang sehari-hari digunakan untuk berkumpul. Program ini sengaja memanfaatkan ruang tersebut agar masyarakat tidak hanya ngopi, tetapi juga mendapatkan ilmu dan penguatan nilai-nilai agama serta kebangsaan.

Warung Kopi sebagai Ruang Dakwah dan Silaturahmi

Beut NU Warong Kupi sendiri telah menjadi agenda dakwah berkelanjutan PCNU Aceh Barat di berbagai wilayah. Konsep ini dinilai efektif karena dekat dengan keseharian masyarakat, sekaligus menjadi media silaturahmi dan edukasi keagamaan yang tidak kaku.

Kegiatan edisi khusus kemerdekaan ini dihadiri pengurus NU, ulama, unsur TNI, tokoh masyarakat, santri, pemuda, serta masyarakat umum. Suasana berlangsung akrab dan interaktif, dengan diskusi yang mengarah pada penguatan komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan.

PCNU Aceh Barat berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan ulama dan umara, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta melahirkan gagasan besar untuk umat dan bangsa. "Semoga dari warong kupi ini lahir gagasan-gagasan besar untuk umat dan bangsa. Kita ingin dakwah NU hadir di tengah masyarakat, menyatukan, mencerahkan dan memberikan manfaat," pungkas Khairul Azhar.

Reporter: Saiful
Sumber: tubinnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top