Kisah Asmawati, 9 Tahun Sapu Jalanan Kota Meulaboh di Tengah Hujan Demi Tiga Anaknya

Penulis: Fajar  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:05:32 WIB
Asmawati menyapu jalanan Kota Meulaboh di tengah hujan demi menghidupi tiga anaknya.

MEULABOH — Di balik trotoar yang rapi dan jalan kota yang bersih, ada Asmawati yang memulai harinya lebih pagi dari kebanyakan warga. Ketika sebagian orang masih beristirahat atau bersiap menunaikan salat Subuh, ia sudah berdiri di pinggir jalan Kecamatan Johan Pahlawan dengan bermodal sapu lidi dan serokan sederhana.

Pagi itu, hujan mengguyur tubuhnya saat ia menyusuri pinggiran jalan di depan Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien. Mantel dan helm menjadi satu-satunya pelindung dari dinginnya air hujan dan terpaan angin. Sapu lidi di tangannya terus bergerak, mengumpulkan sampah dan kotoran di sepanjang trotoar.

Tidak ada keluhan yang keluar dari mulutnya. Rasa dingin dan lelah seolah bukan alasan untuk berhenti menunaikan tanggung jawabnya.

Penghasilan Rp900 Ribu untuk Tiga Anak

Sembilan tahun mengabdi, Asmawati mengaku menerima upah Rp900 ribu per bulan. Nominal yang mungkin kecil bagi sebagian orang, tetapi baginya setiap rupiah adalah hasil keringat yang ia pertaruhkan untuk masa depan anak-anaknya.

Pekerjaan ini menjadi tumpuan hidup keluarganya. Tiga orang anaknya menanti kepulangan sang ibu di rumah, dan Asmawati sadar bahwa di balik sapu lidi yang digenggamnya ada tanggung jawab besar yang harus ia pikul.

Tubuhnya memang terlihat lesu dan wajahnya menyiratkan kelelahan setelah bertahun-tahun menjalani rutinitas yang sama. Namun, dorongan untuk tetap bertahan datang dari keluarga yang harus dihidupi.

Garda Terdepan yang Jarang Terlihat

Kisah Asmawati menjadi pengingat bahwa kebersihan sebuah kota tidak lahir dari program pemerintah semata. Di balik setiap sudut kota yang bersih, ada tangan-tangan sederhana yang bekerja ketika orang lain masih menikmati kehangatan selimut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui dinas terkait memang terus berupaya menata dan menjaga kebersihan daerah. Namun, para petugas kebersihan seperti Asmawati adalah garda terdepan yang mewujudkan lingkungan yang nyaman itu di lapangan.

Mereka berkeringat saat matahari terik dan tetap bekerja ketika hujan membasahi tubuh.

Pekerjaan Kecil, Perjuangan Besar

Asmawati mungkin hanya memegang sapu lidi. Tetapi dari tangannya, kebersihan Kota Meulaboh terus terjaga. Kisahnya mengajarkan bahwa pekerjaan apa pun yang dilakukan dengan keikhlasan dan tanggung jawab memiliki nilai yang besar.

Kota yang bersih bukan hanya tentang jalan yang bebas sampah. Lebih dari itu, ada perjuangan manusia di baliknya yang jarang mendapat sorotan.

Di tengah derasnya hujan pagi itu, Asmawati tetap melangkah. Mungkin tidak ada tepuk tangan atau sorotan kamera untuknya. Namun ia terus bekerja demi kota yang bersih, dan terutama demi tiga buah hati yang menunggunya di rumah.

Reporter: Fajar
Sumber: tubinnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top