BIREUEN — Suasana haru dan ceria menyelimuti halaman MIN 9 Bireuen saat Marlina Muzakir menyapa para siswa satu per satu. Sesaat sebelum meninggalkan lokasi, istri Pj Gubernur Aceh itu menawarkan es krim kepada anak-anak yang sedari tadi menunggu di halaman sekolah.
"Siapa mau es krim?" tanya Kak Na.
Sontak, suara siswa bersahutan. "Saya, saya, saya, Bunda."
Dengan sabar, Kak Na meminta para siswa mengantre dengan tertib sebelum masing-masing menerima satu cup es krim. Momen sederhana itu menjadi penutup kunjungannya yang berlangsung sejak pagi.
Kunjungan Kak Na ke Bireuen kali ini bukan sekadar seremonial. Ia menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada siswa PAUD RA Darussunnah dan MIN 9 Bireuen. Kedua lembaga pendidikan ini sempat terendam banjir pada penghujung 2025 lalu.
Bantuan yang dibagikan meliputi tas sekolah, alat tulis, seragam, serta paket makanan olahan berbahan ikan. Paket makanan tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan gizi para siswa di masa pemulihan pasca bencana.
Di hadapan para guru dan siswa, Kak Na mengajak seluruh pihak untuk mensyukuri kondisi sekolah yang mulai kembali normal. Ia mengingatkan bahwa tidak semua sekolah terdampak banjir di Aceh memiliki nasib yang sama.
"Mari kita syukuri keadaan saat ini yang telah mulai normal, karena di beberapa gampong lain di wilayah terdampak, sebagian besar masih harus belajar di sekolah darurat," ujarnya di hadapan puluhan siswa dan dewan guru.
Menurutnya, sejumlah siswa di wilayah lain masih harus mengikuti proses belajar mengajar di ruang-ruang darurat, masjid, maupun tenda karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih pasca banjir.
Kak Na berpesan agar para siswa tetap bersemangat menuntut ilmu meski baru saja melewati masa sulit. Ia meminta anak-anak untuk senantiasa menghormati guru dan mematuhi orang tua di rumah.
"Tetap jadi Aceh yang hebat dan tangguh ya anak-anak Bunda semua," pesannya.
Ia juga mengajak para siswa mendoakan rekan-rekan mereka di daerah lain yang masih menghadapi dampak bencana agar dapat segera kembali belajar secara normal.
MIN 9 Bireuen merupakan salah satu madrasah ibtidaiyah yang terdampak cukup parah saat banjir melanda Bireuen pada akhir 2025. Kini, dengan ruang kelas yang sudah dapat digunakan kembali, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut berangsur normal.
Kunjungan Kak Na turut didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bireuen, Sadriah Mukhlis, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Bagi para siswa, kunjungan itu mungkin akan lebih lama dikenang bukan hanya karena bantuan perlengkapan sekolah yang mereka terima, tetapi juga karena satu cup es krim yang dibagikan di penghujung acara.