LHOKSUKON — Gerakan tanam padi serempak di Aceh Utara resmi digelar di Gampong Manyang Baroh, Kecamatan Syamtalira Aron, Minggu (2/8/2026). Langkah ini menjadi strategi utama Dinas Pertanian dan Pangan setempat untuk menyeragamkan jadwal tanam petani sekaligus mengantisipasi berkurangnya pasokan air saat musim kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Faisal Mulyawan, menjelaskan keserempakan waktu tanam bukan sekadar seremoni. Pola ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi budidaya, memudahkan pengelolaan lahan, hingga mengoptimalkan pengendalian organisme pengganggu tanaman.
Data dinas mencatat realisasi tanam pada Juli 2026 mencapai 9.693 hektare. Angka ini melampaui target bulanan yang ditetapkan sebesar 7.509 hektare.
Kelebihan luas tanam tersebut menjadi bantalan penting bagi kabupaten paling utara Pulau Sumatera ini untuk mencapai target luas tanam 30.067 hektare pada musim gadu 2026. Jika tercapai, produksi padi diproyeksikan tembus 186.415 ton.
Faisal menambahkan, percepatan tanam harus berjalan beriringan dengan pendampingan teknis. Tim dinas turun langsung mendampingi petani sejak pembibitan, penanaman, pemeliharaan, hingga pascapanen.
"Peningkatan produksi juga sangat didukung oleh penggunaan bibit unggul bersertifikat serta penerapan pupuk secara seimbang," kata Faisal dalam rilis yang diterima InfoPublik.
Dukungan itu dinilai krusial mengingat luas lahan baku sawah di Aceh Utara mencapai 39.762 hektare. Dengan produktivitas yang terjaga, ketahanan pangan daerah sekaligus pendapatan petani diharapkan terus meningkat.