Wali Kota Banda Aceh Illiza Ajak 100 Anak Jadi Agen Perubahan, Sekolah Bebas Asap Rokok Jadi Prioritas

Penulis: Sutomo  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 11:33:01 WIB
Ratusan anak dari sembilan kecamatan mengikuti dialog bersama Wali Kota Banda Aceh dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026).

BANDA ACEH — Ratusan anak dari sembilan kecamatan di Banda Aceh diajak duduk bersama pemerintah dalam agenda dialog bertajuk "Jika Nanti Aku menjadi Pemimpin tahun 2045" di Taman Putroe Phang, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini menjadi puncak peringatan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan pemeriksaan mata gratis, skrining kesehatan mental, hingga pelelangan karya anak.

Wali Kota Illiza menyebut sepertiga penduduk kota adalah anak-anak, sehingga masa depan Banda Aceh sangat ditentukan oleh kualitas mereka hari ini. "Indonesia Emas 2045 ada di tangan kalian. Anak-anak ingin punya dukungan dan fasilitas yang baik agar bisa menjadi pemimpin ke depan, pintar dan taat kepada Allah," ujarnya di hadapan peserta.

Instruksi Tegas: Laporkan Guru yang Merokok di Sekolah

Dalam sesi dialog, Illiza mengeluarkan pernyataan yang langsung disambut antusias anak-anak. Ia meminta para pelajar berani melaporkan aparatur sipil negara hingga kepala sekolah yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

"Jika ada Kadis, kepala sekolah, atau guru yang merokok di KTR, laporkan! Siap anak-anak jadi agent of change Banda Aceh? Kita punya media sosial, viralkan saja kalau ada," tegas Illiza.

Kebijakan ini menyasar aturan kawasan tanpa rokok yang kerap luput dari pengawasan. Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, mengatakan peringatan HAN tahun ini memang difokuskan pada penguatan partisipasi anak dalam pembangunan kota.

Rekomendasi Anak: Larangan Jual Rokok Hingga Kekerasan di Daycare

Sejumlah rekomendasi yang disampaikan anak-anak dalam dialog langsung ditindaklanjuti. Illiza meminta Sekretaris Daerah dan seluruh kepala OPD mengkaji larangan penjualan rokok dan kondom secara bebas yang dinilai memicu pergaulan bebas.

Persoalan kekerasan di tempat penitipan anak (daycare) dan praktik perundungan di sekolah juga menjadi perhatian serius. "Semua anak punya potensi. Tidak ada anak yang bodoh, hanya orang tua dan guru yang men-judge begitu," kata Illiza.

Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua TP PKK Dessy Maulida, dan Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin turut hadir mendampingi wali kota dalam agenda tersebut.

Peran Ayah dan Fasilitas Ramah Anak

Selain soal lingkungan sekolah, Illiza menyoroti pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Ia mengingatkan bahaya residu asap rokok yang menempel pada pakaian orang dewasa dan berdampak pada kesehatan anak.

"Mendidik anak, terutama tugas ayah, dengan kasih sayang jauh lebih penting dari apapun," pesannya.

Pemerintah kota juga mendorong pemanfaatan layanan L2T2 gratis dari Perumdam Tirta Daroy agar limbah toilet tidak mencemari air tanah. Menutup kegiatan, Illiza mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel, "Anak-anak Banda Aceh", yang dijawab serempak, "Sayangi, Lindungi, Bangun Masa Depan".

Reporter: Sutomo
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top