Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky Ajak Insan Pers Jadi Mitra Kritis dalam Pembangunan Daerah Lewat FGD di Idi

Penulis: Yasir  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 15:51:01 WIB
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan paparan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Peran Media dalam Pembangunan Daerah" di Aula The Royal Hotel Idi, Rabu (29/7/2026).

IDI — Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan komitmennya untuk menjadikan pers sebagai mitra kritis dalam proses pembangunan daerah. Pernyataan itu disampaikan dalam forum silaturahmi sekaligus Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peran Media dalam Pembangunan Daerah” yang digelar di Aula The Royal Hotel Idi, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh bupati didampingi Ketua APDESI Aceh Timur Rizal Hadi dan Seni Hendri selaku Ketua PESAWAT Aceh Timur. Diskusi juga melibatkan jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Aceh Timur serta puluhan wartawan dari berbagai organisasi dan perusahaan media yang bertugas di wilayah setempat.

Media Bukan Sekadar Penyampai Informasi

Mantan Ketua PWI Aceh, Musyawir, SE, yang menjadi narasumber utama dalam FGD, memaparkan tiga peran strategis media. Menurutnya, pers berfungsi sebagai penyampai informasi, pengawas kebijakan publik, sekaligus mitra pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Media memiliki posisi yang sangat penting. Bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga mengawal kebijakan agar tepat sasaran dan mengedukasi publik,” papar Musyawir di hadapan peserta forum.

Bupati: Kritik Konstruktif Sangat Kami Butuhkan

Dalam sambutannya, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menekankan bahwa pemerintah daerah tidak alergi terhadap kritik. Ia justru membuka lebar pintu bagi masukan dari insan pers selama bersifat membangun dan berdasar pada fakta di lapangan.

“Kami di pemerintahan sangat membutuhkan peran pers sebagai kontrol sosial. Kritik yang konstruktif justru membantu kami memperbaiki kinerja dan pelayanan publik,” ujar bupati di hadapan para wartawan.

Ia menambahkan, kemitraan yang erat antara pemda dan media diharapkan mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Forum Terbuka untuk Curhat dan Masukan

FGD ini tidak sekadar seremonial. Para peserta diberikan kesempatan luas untuk menyampaikan pandangan, masukan, hingga berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam pelaksanaan tugas jurnalistik di Aceh Timur. Mulai dari akses informasi, perlindungan wartawan di lapangan, hingga kebutuhan pelatihan jurnalistik yang lebih intensif.

Bupati menyatakan akan menindaklanjuti masukan yang muncul dalam forum tersebut. “Kami catat semua. Yang bisa segera diatasi akan kami tindak lanjuti, yang butuh koordinasi lebih lanjut akan dibahas di forum-forum berikutnya,” janjinya.

Langkah Awal Membangun Hubungan Lebih Harmonis

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih harmonis antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan insan pers. Tujuannya jelas: mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju, transparan, dan benar-benar berorientasi pada pelayanan publik.

Diskominfo Aceh Timur yang turut terlibat dalam penyelenggaraan acara berkomitmen untuk terus memfasilitasi komunikasi antara pemda dan media ke depannya.

Reporter: Yasir
Sumber: lingkarpos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top