REDELONG — Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Julpandi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima dua laporan polisi terkait penganiayaan yang melibatkan Mantan Bupati Bener Meriah Ahmadi dan pengurus DPD II Golkar Bener Meriah, Armizan. “Benar laporannya sudah diterima,” ujar Iptu Julpandi kepada awak media.
Peristiwa bermula saat Armizan datang ke Kantor DPD II Golkar Bener Meriah di kawasan Bale Atu untuk mengikuti rapat musyawarah. Menurut Armizan, tidak lama kemudian Ahmadi datang dan menuduhnya telah memfitnah. Tuduhan itu disebut Armizan tidak terkait dengan internal partai, melainkan persoalan pribadi.
“Saya tidak menduga sama sekali atas kejadian ini, karena saya tidak punya masalah dengannya. Saya dituduh memfitnah dirinya. Kasus ini tidak berkaitan dengan internal Golkar,” kata Armizan. Ia mengaku sempat duduk di depan Ahmadi sebelum kejadian berlangsung, namun tanpa diberi kesempatan menjelaskan, Ahmadi langsung memukulnya bertubi-tubi.
Akibat pukulan tersebut, Armizan mengalami lebam pada bagian kepala, tangan, dan bibir. Ia melaporkan kejadian itu ke Polres Bener Meriah pada malam yang sama. Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Bener Meriah Mohd Amin sudah memediasi upaya damai, tetapi tidak membuahkan hasil. Armizan memilih jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini.
Ahmadi tidak membantah telah memukul Armizan. Menurutnya, tindakan itu terjadi karena dirinya terpancing emosi saat meminta penjelasan terkait dugaan fitnah. “Dia terus ngeyel. Saya khilaf hingga memukulnya. Setelah itu, tiba-tiba dua orang memukul saya,” ujar Ahmadi saat dikonfirmasi media.
Ia mengaku mengalami luka pada bagian bibir akibat dipukul dua orang dalam insiden yang sama. Ahmadi telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit. “Saya juga korban. Bibir saya pecah dipukul dua orang. Mereka juga sudah saya laporkan ke Polsek Bukit kemarin,” jelasnya.
Polres Bener Meriah kini menangani kedua laporan secara bersamaan. Kasat Reskrim Iptu Julpandi menyatakan pihaknya akan mendalami keterangan para saksi dan bukti di lokasi untuk mengungkap secara utuh peristiwa di Kantor DPD II Partai Golkar Bener Meriah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penetapan tersangka dari kedua laporan tersebut.