BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat dan Angin Kencang untuk Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang hingga 15 Juli 2026

Penulis: Yasir  •  Senin, 13 Juli 2026 | 18:40:31 WIB
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat dan angin kencang untuk Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang hingga 15 Juli 2026.

BANDA ACEH — Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Miftahul Jannah, menjelaskan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi fenomena atmosfer yang signifikan. Aktifnya gelombang Kelvin di Aceh, ditambah dengan keberadaan daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi, menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan awan konvektif penghasil hujan.

Faktor lain yang memperparah potensi cuaca buruk adalah suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatera. “Kondisi tersebut menambah kandungan uap air di atmosfer yang berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ujar Miftahul Jannah dalam keterangan resmi yang diterima di Banda Aceh.

Jadwal Potensi Hujan di Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang

BMKG memprakirakan potensi hujan lebat dan angin kencang tidak merata sepanjang periode peringatan. Pada 13 Juli, wilayah yang paling berpotensi mengalami cuaca buruk adalah Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang. Keesokan harinya, 14 Juli, potensi serupa masih berpeluang terjadi, namun hanya menyisakan Aceh Tenggara sebagai wilayah yang masuk dalam kategori peringatan dini.

Memasuki 15 Juli, tidak ada satu pun wilayah di Aceh yang masuk dalam kategori peringatan dini cuaca ekstrem. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah terhadap perubahan cuaca yang cepat.

Prakiraan Cuaca Ibu Kota Kabupaten/Kota di Aceh

Untuk Selasa (14/7/2026), sebagian besar ibu kota kabupaten/kota di Aceh diprakirakan masih didominasi kondisi berawan hingga cerah berawan. Namun, hujan ringan diprakirakan turun pada siang hari di Bireuen, Lhokseumawe, dan Langsa. Sementara itu, wilayah seperti Banda Aceh, Sabang, Meulaboh, Tapaktuan, Takengon, Blangpidie, dan Singkil umumnya diprakirakan berawan sepanjang hari.

Berdasarkan dokumen prakiraan cuaca harian BMKG, suhu udara di Aceh berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius dengan kecepatan angin antara 2 hingga 27 kilometer per jam.

Imbauan untuk Pengendara dan Warga di Lereng

Miftahul Jannah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap hujan yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan yang cukup intens pada siang hari yang memicu pertumbuhan awan kumulonimbus secara lokal.

“Masyarakat diharapkan berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara. Kondisi cuaca buruk dapat disertai angin kencang serta berpotensi memicu banjir dan tanah longsor,” demikian imbauan BMKG. Warga yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai di Aceh Tenggara dan Aceh Tamiang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.

Reporter: Yasir
Sumber: waspadaaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top