BENER MERIAH — Jembatan Enang-Enang yang menghubungkan Bireuen dengan Bener Meriah masih bisa digunakan masyarakat, namun dengan pembatasan ketat. Kementerian PU mengambil langkah ini setelah hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan dari arah Bireuen mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa perkuatan struktur bawah saat ini masih bersifat sementara. "Saya sudah berbicara dengan Kepala Balai dan Direktur Jembatan, perkuatan di bawah jembatan akan kita buat lebih kuat lagi. Yang ada sekarang sifatnya masih sementara, nanti PT PP akan mengerjakan perkuatan itu dengan penanganan yang lebih baik," kata Dody di Jakarta, Sabtu 11 Juli 2026.
Selama masa transisi ini, kendaraan angkutan barang dan kendaraan bertonase besar dilarang melintas. Kebijakan itu bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memberi ruang bagi pekerjaan penguatan struktur bawah jembatan.
Pemerintah menegaskan pembatasan ini bersifat sementara hingga penanganan permanen rampung dan kondisi jembatan dinyatakan aman untuk semua jenis kendaraan. Masyarakat tetap bisa melintas selama hasil pemantauan teknis menyatakan kondisi masih aman.
Pekerjaan penguatan struktur bawah dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bersama Direktorat Pembangunan Jembatan dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Pemasangan penyangga sementara sudah dilakukan untuk menstabilkan pondasi.
Dody menginstruksikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bersama BPJN Aceh untuk melakukan pemantauan rutin, terutama saat hujan deras yang berpotensi memperparah gerusan di sekitar pondasi. "Saya minta PPK melakukan kontrol rutin, kalau sewaktu-waktu dinilai membahayakan masyarakat, penggunaan jembatan harus dihentikan sementara sampai kondisi kembali aman," ujarnya.
Sebagai langkah jangka menengah, Kementerian PU mempercepat peningkatan konektivitas melalui pelebaran Jalan Werlah dan pembangunan dua jembatan baru di jalur alternatif. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan shortcut di kawasan Enang-Enang yang nantinya mampu dilalui kendaraan logistik dengan muatan hingga sekitar 30 ton.
Infrastruktur tambahan itu diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang secara lebih aman dan efisien, tanpa harus bergantung penuh pada Jembatan Enang-Enang yang kini dalam masa perkuatan.