BANDA ACEH — HM Salim Fakhry, yang kini menjabat Bupati Aceh Tenggara, resmi memegang kendali Partai Golkar di tingkat provinsi. Pria asal Kutacane ini dilantik langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam sebuah acara di Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026). Pelantikan ini mengukuhkan Salim Fakhry sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Aceh untuk masa bakti 2025–2030.
Karier Salim Fakhry terbilang gemilang. Sebelum memimpin Golkar Aceh, ia sudah malang melintang di dunia politik. Kariernya dimulai dari anggota DPRK Aceh Tenggara, lalu naik menjadi Ketua DPRK setempat, kemudian dua periode duduk di Senayan sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh I.
Meski gagal mempertahankan kursi DPR RI pada Pemilu 2024, ia bangkit. Bersama Heri Al Hilal, Salim Fakhry maju dalam Pilkada Aceh Tenggara dan menang telak dengan perolehan 70.834 suara, atau 55,85 persen suara. Kemenangan itu mengantarkannya menjadi Bupati Aceh Tenggara periode 2025–2030.
Kepercayaan dari DPP Partai Golkar ini menandai era baru. Sebelumnya, posisi ketua DPD I Golkar Aceh pernah dipegang oleh Teuku Sayed Zakaria, Sulaiman Abda, dan TM Nurlif. Kini, estafet itu resmi berpindah ke tangan putra daerah dari suku Alas.
Banyak pihak menilai pelantikan ini bukan sekadar rotasi kepemimpinan partai. Ini menjadi simbol bahwa kader dari pelosok daerah memiliki peluang yang sama untuk memimpin di tingkat provinsi, asalkan memiliki dedikasi dan pengalaman politik yang matang.
Harapan besar kini disematkan kepada Salim Fakhry. Publik menantikan bagaimana ia mampu mengonsolidasikan partai hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Target utamanya adalah memperkuat struktur partai, memperjuangkan aspirasi rakyat, serta melahirkan kader-kader potensial yang bisa membawa kemajuan bagi Aceh.
Kepemimpinan baru di Partai Golkar Aceh ini diharapkan bisa membawa semangat perubahan dan memperkuat persatuan di internal partai. Masyarakat Aceh kini menanti langkah nyata dari sang ketua baru yang juga seorang bupati.