3.000 UMKM di Simeulue Terkendala Modal, Pemkab Dorong Koperasi Desa Jadi Solusi Pemasaran

Penulis: Fajar  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 20:44:01 WIB
Pelaku UMKM di Simeulue menghadapi kendala modal dalam mengembangkan usahanya.

SIMEULUE — Pemerintah Kabupaten Simeulue melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat ada sekitar 3.000 UMKM yang terdaftar di wilayah kepulauan tersebut. Namun, pengembangan usaha mereka masih terganjal persoalan permodalan yang belum kunjung tuntas.

"Permodalan menjadi tantangan pengembangan UMKM di Kabupaten Simeulue. Tidak sedikit UMKM di daerah ini terkendala dengan keterbatasan modal, sehingga sedikit sulit untuk berkembang," kata Fitri Sri Mulyani di Simeulue, Jumat.

Alat Produksi Konvensional Jadi Hambatan

Selain modal, kata Fitri, alat produksi yang digunakan para pelaku UMKM masih bersifat konvensional. Kondisi ini membuat mereka sulit meningkatkan produktivitas untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih besar.

UMKM di Simeulue bergerak di berbagai sektor. Di sektor perikanan, mereka mengumpulkan hasil tangkapan nelayan. Di sektor pertanian dan perkebunan, banyak yang mengolah kelapa menjadi kopra. Ada pula yang bergerak di perdagangan kebutuhan pokok masyarakat.

"Selain itu, juga ada UMKM yang menjalankan usahanya pada produk olahan makanan, seperti keripik, ikan asin, suvenir, dan lainnya," ujar Fitri.

Koperasi Desa Merah Putih Belum Aktif

Pemkab Simeulue telah membentuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh desa yang tersebar di 10 kecamatan. Koperasi ini diharapkan menjadi mitra bagi UMKM, baik dalam pemasaran produk maupun kegiatan perdagangan lainnya.

Namun hingga saat ini, operasional usaha koperasi desa tersebut belum ada yang aktif. "Masih dalam tahap persiapan," kata Fitri Sri Mulyani.

Pemkab Simeulue sebelumnya juga telah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM melalui program terkait. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kabupaten kepulauan yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya di sektor perikanan dan perkebunan kelapa.

Reporter: Fajar
Sumber: aceh.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top