Museum Aceh Lakukan Konservasi Berkala Koleksi Rumoh Aceh, Tikar Tradisional hingga Alat Dapur Dirawat demi Jaga Warisan Budaya

Penulis: Yasir  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 19:17:01 WIB
Petugas Museum Aceh melakukan konservasi berkala koleksi etnografika di Rumoh Aceh.

BANDA ACEH — UPTD Museum Aceh kembali merawat puluhan koleksi etnografika di Rumoh Aceh melalui kegiatan konservasi berkala pada Kamis (9/7/2026). Proses pembersihan dan pemeriksaan kondisi menyasar tikar tradisional, peralatan pertukangan, hingga perlengkapan dapur yang menjadi representasi kehidupan masyarakat Aceh tempo dulu.

Benda Sehari-hari Jadi Fokus Perawatan

Koleksi yang dikonservasi kali ini bukan sekadar pajangan. Tikar anyaman, alat rumah tangga, dan perkakas kayu yang tersimpan di setiap ruang Rumoh Aceh diperiksa satu per satu untuk mendeteksi potensi kerusakan. Petugas melakukan pembersihan debu dan kotoran yang menempel secara hati-hati agar tidak merusak permukaan benda.

Kepala Seksi Preparasi dan Konservasi Museum Aceh, Erni Magdalena, mengatakan kegiatan ini merupakan program rutin yang sudah terjadwal.

“Konservasi berkala merupakan langkah penting dalam upaya pelestarian koleksi. Selain membersihkan debu dan kotoran yang menempel, kami juga melakukan pemeriksaan kondisi setiap koleksi untuk mendeteksi potensi kerusakan sejak dini sehingga dapat segera ditangani,” ujar Erni.

Mengapa Koleksi Rumoh Aceh Begitu Dijaga?

Menurut Erni, benda-benda yang dipamerkan di Rumoh Aceh memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi karena menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat Aceh pada masa lalu. Dari alat dapur hingga perkakas pertukangan, setiap koleksi menyimpan cerita tentang keseharian, keterampilan, dan tradisi lokal.

Perawatan berkesinambungan menjadi kunci agar keaslian dan fungsi edukatif koleksi tetap terjaga. Museum Aceh secara rutin melaksanakan konservasi terhadap koleksi yang dipamerkan maupun yang tersimpan di ruang penyimpanan.

Komitmen Museum Aceh untuk Generasi Mendatang

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Museum Aceh dalam melestarikan warisan budaya Aceh. Dengan perawatan berkala, koleksi diharapkan tetap dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

Museum Aceh sendiri menjadi salah satu destinasi edukasi sejarah dan budaya di Banda Aceh yang kerap dikunjungi pelajar dan wisatawan. Keberadaan Rumoh Aceh—rumah tradisional khas Aceh yang menjadi bagian dari kompleks museum—menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan replika kehidupan masa lalu secara langsung.

Reporter: Yasir
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top