BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di ibu kota Provinsi Aceh ini mencatat kenaikan signifikan. Perhiasan emas dibanderol Rp7.630.000 per mayam, setara 3,3 gram. Angka itu naik dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp7.560.000 per mayam.
Kenaikan Rp70 ribu tersebut membalikkan arah setelah harga emas sempat melemah dalam beberapa hari terakhir. Meski menguat, angka itu masih merupakan harga dasar yang belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan.
Pedagang emas di Banda Aceh menyebutkan biaya pembuatan perhiasan berkisar Rp200 ribu per mayam. Besaran ongkos ini tidak seragam dan bergantung pada model, desain, serta tingkat kerumitan perhiasan yang dipesan konsumen.
Konsumen yang hendak membeli emas perhiasan hari ini perlu menyiapkan dana sekitar Rp7,83 juta per mayam untuk model standar. Angka ini bisa berbeda di setiap toko, tergantung kebijakan pedagang dan biaya tambahan untuk desain khusus.
Kenaikan harga emas menjadi perhatian bagi masyarakat Banda Aceh yang kerap menjadikan emas sebagai instrumen investasi sekaligus kebutuhan perhiasan. Fluktuasi harga dalam beberapa hari terakhir menunjukkan volatilitas pasar yang dipengaruhi pergerakan harga emas global.
Bagi calon pembeli, selisih harga dasar dan ongkos pembuatan menjadi pertimbangan utama. Perbedaan biaya antar toko bisa mencapai puluhan ribu rupiah per mayam. Konsumen disarankan membandingkan harga sebelum memutuskan membeli.