BIREUEN — Lima lembaga pendidikan dayah dari empat kabupaten di Aceh mengikuti pelatihan tata kelola dan manajemen yang digagas Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) Jawa Timur. Pelatihan ini menjadi bagian dari program pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera beberapa waktu lalu.
Program Manager Yayasan Aceh Hijau, Maulina Sari, mengatakan bahwa seluruh dayah yang terlibat merupakan hasil asesmen yang menunjukkan lembaga-lembaga tersebut belum memiliki izin operasional. "Karena itu, salah satu fokus utama pelatihan adalah memberikan pemahaman mengenai tata kelola kelembagaan sekaligus pendampingan terkait proses perizinan operasional dayah," ujarnya.
Kelima dayah yang mengikuti pelatihan ini berasal dari Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Masing-masing mengirimkan tiga orang perwakilan sebagai peserta.
Lembaga yang terlibat meliputi Balai Pengajian Babul Maghfirah Al-Aziziyah (Pidie Jaya), Dayah Asy Syafi'iyah (Bireuen), Dayah Darul Muta'allimin dan Dayah Bustanul Hidayati (Aceh Utara), serta Dayah Istiqamatuddin Sa'adatul Muarrif Serambi Aceh (Aceh Timur).
Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Dayah Aman, Sehat, dan Tangguh. Tujuannya, meningkatkan kapasitas tata kelola lembaga pendidikan dayah agar mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik, profesional, serta tangguh menghadapi berbagai tantangan, termasuk risiko bencana.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Program YDSF, Imron Wahyudi, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, H. Muzakkir Zulkifli, Koordinator Dayah Aceh, Adriansyah, serta Direktur Eksekutif Yayasan Aceh Hijau, Syarifah Marlina Almazhir.
Maulina berharap setelah pelatihan ini, seluruh peserta memiliki kapasitas dan pemahaman yang memadai mengenai tata kelola kelembagaan, termasuk proses pengurusan izin operasional dayah. "Sehingga dapat memenuhi ketentuan yang berlaku dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan," pungkasnya.
Program ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung proses pemulihan sekaligus penguatan kelembagaan dayah di Aceh pascabencana.