SINABANG — Kebakaran hebat melanda pemukiman padat di Desa Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.10 WIB. Empat unit bangunan milik warga ludes dilalap api, menyebabkan belasan keluarga kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghasilan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, T Ridwan, mengonfirmasi bahwa bangunan yang terbakar terdiri dari satu losmen, satu rumah tinggal, dan dua unit ruko tempat usaha. "Semuanya hangus terbakar," katanya di Sinabang, Selasa.
Data sementara BPBD mencatat sebanyak 32 orang menjadi korban terdampak langsung kebakaran ini. Ridwan menyebutkan bahwa seorang bayi turut termasuk dalam daftar pengungsi yang kini membutuhkan tempat tinggal darurat.
"Saat ini tim dari BPBD Simeulue sedang menyiapkan tenda darurat untuk korban yang terdampak kebakaran," ujar Ridwan.
Proses pemadaman api berlangsung selama lebih dari satu jam. Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, ditambah satu unit mobil pemadam milik TNI Angkatan Laut serta satu unit mobil tangki milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan warga setempat bahu-membahu menjinakkan si jago merah. Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 02.29 WIB, atau sekitar 79 menit setelah pertama kali dilaporkan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran belum diketahui. Tim dari BPBD dan kepolisian masih melakukan pendataan di lokasi kejadian. Besaran kerugian materiil pun masih dalam proses perhitungan petugas.
Situasi di lokasi kebakaran kini berangsur kondusif. Warga yang rumahnya hangus terpaksa mengungsi ke tempat saudara atau menunggu tenda darurat yang disiapkan pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Simeulue diharapkan segera bergerak cepat untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi para korban.